Narkoba Jadi Pelarian, Nia Ramadhani : Saya Merasa Jadi Seorang Nia adalah Kutukan

Supriyanto | 17 Desember 2021 | 07:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Nia Ramadhani menangis di hadapan majelis hakim saat sidang kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/12) siang. Ibu tiga anak itu menangis saat memaparkan alasan nekat konsumsi narkoba jenis sabu.

Nia Ramadhani mengaku terpukul saat kehilangan ayahandanya yang meninggal 2014 silam. Ia pun memilih narkoba sebagai pelarian lantaran depresi dan mendapat pengaruh buruk dari lingkungan pergaulan. Keluh kesah yang disampaikan Nia malah mendapat kritikan dari temannya.

“Saya cerita ke teman saya sedih dan terpuruk ‘Nia malu lah untuk sedih, karena banyak yang ingin hidup seperti kamu. Banyak yang harus disyukuri, karena saya terkenal, saya punya suami, saya punya tiga anak, saya hidup di keluarga terpandang, katanya nggak patut untuk sedih,” ungkap Nia Ramadhani di PN Jakarta Pusat pada Kamis (16/12).

Mendengar komentar temangga itu, Nia Ramadhani mengaku makin terpuruk. Ia pun menjadi terbebani, merasa menjadi seorang Nia Ramadhani adalah sebuah kutukan, karena dituntut untuk sempurna dan tidak boleh merasakan sedih.

“Disaat itu saya bener-bener terpuruk karena saya merasa sebagai seorang Nia itu adalah kutukan. Saya nggak bisa sedih, saya harus happy terus, saya nggak boleh kasih lihat kalau saya bener bener kehilangan papa saya, belahan jiwa saya itu,” beber Nia Ramadhani.

Nia Ramadhani juga enggan bercerita ke suami soal perasaan yang dirasakannya. Karena tak ada yang memahami kondisinya Nia Ramadhani pun termakan ucapan teman yang lainnya, bahwa memakai sabu bisa mengatasi masalahnya.

Nia Ramadhani akhirnya meminta tolong sopirnya untuk mencarikan sabu. Setelah memakainya, Nia Ramadhani merasa tenang dan terlepas dari beban pikirannya.

“Saya merasa lepas dari masalah saya. Iya betul (merasa senang), walaupun tahu itu cuma sementara. Tapi nggak apa-apa yang penting saya happy,” pungkas Nia Ramadhani.

Penulis : Supriyanto
Editor : Supriyanto