Rey Utami dan Pablo Benua Ungkap Borok Investasi Bodong Berkedok Robot Trading

Ari Kurniawan | 3 Februari 2022 | 08:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Kasus investasi bodong berkedok trading sedang ramai diperbincangkan. Bukannya menghasilkan uang, trading abal-abal ini justru akan menyedot harta orang yang terlibat di dalamnya. Pasangan Rey Utami dan Pablo Putra Benua mengkuliti perusahaan ataupun broker yang dinilai merugikan masyarakat. 

Pablo Benua membuat konten YouTube yang memuat curahan hati seorang ibu anak 6 yang baru saja kehilangan suaminya dan mencoba tetap survive di kondisi pandemi dengan warisan sebuah rumah peninggalan sang suami. Pablo menuturkan bahwa ibu bernama Nurjanah itu terpikir untuk melakukan trading karena tergiur dengan profit yang didapat. Namun bukannya untung, ibu itu justru buntung. 

"Rumah tersebut akhirnya digadaikan di bank oleh ibu itu dan uangnya semua dimasukkan ke salah satu perusahaan investasi bodong yang berkedok robot trading. Setelah dia masuk ke sana ternyata terakhir perusahaan robot tradingnya tutup dengan berbagai alasan dan akhirnya sekarang 6 anak ibu itu terlantar. Dari situ lah hati saya tergerak untuk membantu supaya banyak masyarakat tersadar dan tidak ada lagi ibu Nurjanah lainnya," ungkap Pablo.


 
Viralnya konten tersebut ditanggapi pula oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) serta Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti) yang langsung menindaklanjuti perusahaan robot trading ilegal berkedok MLM. "Dan memang saat ini perusahaan-perusahaan tersebut sedang dinyatakan ilegal bahkan semuanya menutup perusahaannya. Jadi saya bersyukur perjuangan tidak sia-sia sehingga bisa mengedukasi masyarakat," ucap Pablo. 

Rey Utami dan Pablo Benua pun memiliki tips berinvestasi yang aman. Jika memang berminat investasi di bidang trading, pasangan yang resmi menikah pada 23 Juli 2016 ini mengungkapkan bahwa yang pertama harus dilakukan adalah memastikan keabsahan broker atau perusahaan yang memang telah mengantongi izin dari institusi terkait yaitu Bappebti. 

"Jadi tips pertama cek dulu legalitas dari broker itu apakah memang terdaftar di Bappebti atau tidak itu bisa dicek di websitenya. Lalu harus belajar analisa sendiri. Kapan momen harus melakukan buy atau sell itu harus jeli. Keputusan itu diambil juga berdasarkan indikator-indikator yang memang terlihat memungkinkan untuk mengambil posisi. Jadi jangan sampai juga asal-asalan," tuturnya. 

Mereka sepakat kalau sudah banyak jenis investasi yang ada di zaman sekarang. Hanya saja sebagai investor, kita harus lebih jeli dan bijak memilih yang tepat sehingga tidak terjerembab oleh investasi bodong. 

"Lalu harus punya bekal ilmu, kita harus paham fundamental, mengerti tentang trading itu apa. lalu trading itu gak perlu seolah-olah dibungkus dengan MLM. Karena profit yang sesungguhnya adalah dari trading itu sendiri, bukan dapat profit dari ngajak-ngajak orang" tambah Pablo Benua. 

Pablo juga mengimbau masyarakat yang sempat menjadi korban dari robot trading ilegal saat ini, dimana masyarakat diminta untuk melakukan laporan polisi untuk mendapatkan uangnya kembali “Saya memberikan bantuan hukum gratis bagi masyarakat yang ingin melaporkan perusahaan robot trading ilegal ini dengan cara hubungi saya melalui DM di Instagram di @bangbenua atau email di pablobenua.co@gmail.com, kirimkan kronologi dan bukti transfer serta cantumkan nomor HP yang bisa dihubungi,” tegasnya.

Penulis : Ari Kurniawan
Editor : Ari Kurniawan