Portalnya Tabloid Bintang Indonesia Hanya Satu: www.tabloidbintang.com

Suyanto Soemohardjo | 19 Maret 2015 | 14:49 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Cerita 15 tahun lalu itu tampaknya kembali terulang hari-hari belakangan ini. 

Limabelas tahun lalu saat terbit tabloid lain yang juga mengusung kata "bintang", sempat terjadi kerancuan di lapangan. Sekadar ilustrasi, saat hadir di satu konferensi pers dan reporter tabloid Bintang akan mengisi buku tamu, si petugas mengatakan sudah ada perwakilan dari tabloid Bintang yang hadir. Usut punya usut, ternyata mereka dari tabloid bintang yang lain. Bukan Bintang Indonesia.

Beberapa pembaca, bahkan agen majalah dan tabloid juga sempat dibuat bingung dengan kemunculan tabloid lain dengan nama dan logo yang mirip tabloid Bintang.

Kejadian itu memang sudah lama berlalu, dan kini tinggal menjadi kenangan. Tapi cerita limabelas tahun lalu itu ternyata kembali berulang, hanya saja sekarang terjadi di dunia maya. Sejak lima tahun lalu, seiring dengan tren dunia digital, tabloid Bintang Indonesia juga membuat portal berita hiburan dan gaya hidup untuk mengakomodasi kebutuhan publik yang mencari informasi lewat dunia maya. Migrasi pembaca dari cetak ke digital kita respon dengan membuat portal tabloidbintang.com sambil tetap menjaga kualitas tabloidnya.

Setelah mencari-cari nama yang pas, akhirnya kami sepakat memakai nama tabloidbintang.com. Dengan nama itu kami ingin menegaskan kaitan antara bintang yang tabloid dan tabloidbintang.com yang versi online.

Seakan kilas balik adegan limabelas tahu lalu. Beberapa hari lalu, seorang fotografer tabloidbintang.com datang ke satu acara, dan cerita itu kembali berulang. Si petugas penerima tamu mengatakan, sudah ada perwakilan dari bintang yang datang. Oh, ternyata ada website atau portal lain yang juga memakai nama bintang.

Tabloid Bintang Indonesia versi print, tahun ini berusia 24, dan telah memiliki tempat di hati pembaca, juga pemerhati dan pelaku industri hiburan. Agaknya faktor ini yang membuat pihak tertentu merasa kata bintang mempunyai nilai jual.

Dalam memilih atau memakai nama domain, URL (Uniform Resource Locator), atau alamat kita di dunia maya, memang punya mekanisme berbeda dibanding, katakanlah nama tabloid. Ketika kita ingin membuat web, setelah memutuskan nama yang dipilih, langkah berikutnya mengecek apakah nama itu sudah ada pemiliknya. Misalnya, Anda ingin membuat web dengan nama ganteng.com. Kalau nama itu sudah ada yang memiliki, baik sudah dipakai menjadi nama web atau masih disimpan, atau sedang dalam proses dijual, Anda tak bisa memakai nama itu. Kalau nama itu sedang dijual pemiliknya dan Anda mampu membelinya, baru Anda bisa memakai nama ganteng.com itu. Sekadar info, nama domain, semakin bagus, unik, dan terutama semakin banyak yang menginginkan, harganya bisa sangat mahal. Bahkan mencapai milyaran. 

Hal yang kurang lebih sama juga kami lakukan sebelum meluncurkan portal berita hiburan tabloidbintang.com. Kebetulan nama ini belum ada pemiliknya. Maka kami pun memutuskan memakai nama domain itu. Pesannya jelas, tabloidbintang.com adalah bagian dari tabloid Bintang Indonesia. Dengan begitu, Anda yang sudah familier dengan tabloid bintang bisa dengan mudah menemukan kami di dunia maya. Tidak nyasar ke web lain.

Tak seperti mencari tabloid/majalah di lapak penjual di pinggir jalan, berselancar di dunia maya kita akan dihadapkan pada pilihan yang seakan tak terbatas. Apa saja bisa kita temukan. Ada jutaan website di dunia maya. Ada ribuan web dengan nama yang mirip. Tapi untunglah ada Google, mesin pencari yang akan memudahkan Anda menemukan yang dicari. 

Di dunia maya ada banyak sekali web yang juga memakai kata bintang sebagai nama domain. Tapi kalau yang Anda cari websitenya tabloid Bintang Indonesia, itu hanya satu, yaitu tabloidbintang.com. Web-web lain yang sama-sama memakai kata bintang, yang jumlahnya banyak sekali, tak ada kaitannya sama sekali dengan kami.

So, jangan salah klik, kalau tabloidbintang.com yang Anda cari.

(yb/yb)

Penulis : Suyanto Soemohardjo
Editor : Suyanto Soemohardjo