Saipul Jamil - Virginia Anggraeni, Kisah Cinta Paling Dramatis Sekaligus Tragis

Vallesca Souisa | 2 September 2021 | 22:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Saipul Jamil terseret kasus pencabulan dengan pemuda di bawah umur hingga dipenjara selama 5 tahun. Hari ini bebas. Kasus yang di masanya, di tahun 2016 mengejutkan banyak pihak. Kok bisa dengan sesama pria? Karena selama ini Ipul selalu dikelilingi wanita. Ia bahkan menikah dua kali. Dengan Dewi Perssik dan peragawati Virginia Anggareni. Kisah Ipul dengan Virginia boleh dibilang yang paling dramatis sekaligus tragis.

Pada 10 Maret 2011, Saipul menikahi Virginia Anggraeni, seorang peragawati keturunan Jawa-Belanda. Seorang wanita yang santun dan lugu. Mereka melaksanakan akad nikah di Masjid Istiqomah, Bandung. Dilanjutkan resepsi Jakarta, dua hari kemudian. Sayangnya, 6 bulan kemudian, di bulan September 2011, Saipul harus kehilangan sang istri dengan cara mengenaskan. Saipul, istrinya dan 8 orang kerabatnya mengalami kecelakaan tunggal di tol Cipularang KM 97. Saipul yang mengendarai mobil kala itu. Kecelakaan ini merenggut nyawa Virginia seketika.

Dua minggu sebelum kecelakaan itu, kebetulan Tabloid Bintang Indonesia sempat melakukan wawancara dengan Virginia. Sosok yang sangat rendah hati dan kalem. Hari itu, ia baru saja dikenal publik karena menikah dengan selebriti yang selalu jadi sorotan, Saipul Jamil. Tapi tak ada sombong sedikitpun. Sebaliknya, sangat ramah. Ia bercerita saat itu soal kehidupan rumah tangganya yang baru hitungan bulan. Virginia menggambarkan bagaimana romantisnya seorang Saipul Jamil.

“Sebelum tidur, Bang Ipul selalu bilang good nite, I love you baby, lalu mencium keningku,” ceplos Virginia sambil tersipu.

Virginia masih sangat muda, usianya baru memasuki awal 20-an ketika menikah dengan Ipul. Ia mengaku masih berusaha belajar memasak, layaknya istri katanya harus bisa melayani dari segala sisi. “Aku masih belajar memasak, lagi mengumpulkan buku masakan yang banyak. Untungnya, Bang Ipul enggak pernah minta dimasakkan yang macam-macam. Aa itu tipe orang yang gampang makannya. Yang wajib nasi merah, karena dia ingin kurus dan bersih. Kalau lauk, dia senang tempe dan tahu. Enggak repot, kok, mengurus Aa,” begitu kata Virginia, tentang Ipul.

Sayang, hidup tidak seperti novel di mana bahagia bisa bertahan abadi. Kisah cinta wanita berhidung mancung dengan si pedangdut kondang ini harus berakhir tragis di tepi Tol Cipularang. Masa-masa itu adalah masa-masa paling pilu bagi Ipul. Apalagi ketika kembali ke rumah yang mereka tinggali bersama. Kenangan yang tertinggal di masa itu, masih menusuk hatinya.

“Istri saya banyak berperan di rumah baru itu. Sedih rasanya. Baru buka pagar saja, saya ingat, kalau saya pulang ke rumah, semalam apa pun, istri saya sendiri yang membukakan pintu. Atau kalau pembantu yang membukakan pagar, dia paling enggak sudah mengintip lewat jendela lalu membuka pintu rumah untuk saya. Malam itu ketika saya pulang dari Bandung, tidak ada lagi yang membukakan pintu untuk saya. Rumah itu adalah impian kami. Saya berusaha wujudkan untuk istri saya. Membuatnya senang,” ungkap Ipul.

Malam pertama di rumah tanpa Virginia berat rasanya. Ipul melihat, gaun tidur yang terakhir dipakai Egi—panggilan akrab Virginia--masih ada di atas ranjang. Jepit rambutnya masih tergeletak di meja rias. “Saya ingat, terakhir menjelang Lebaran, tidak ada pembantu, dia rajin banget memasak untuk saya. Bikin bakwan goreng. Pokoknya hari-hari penuh masakan kesukaan saya. Malam itu, waktu masuk ke dapur, ya Allah, masih ada di tempat cucian piring, wajan terakhir yang dia pegang. Enggak sangka, sekarang dia sudah di rumahnya sendiri,” isak Ipul lagi. Sesedih itu, sepilu itu, untuk cinta yang baru bersemi dan mekar dalam hitungan bulan, harus terenggut atas kuasa Allah juga.

Penulis : Vallesca Souisa
Editor : Vallesca Souisa