Kemal Pahlevi, Jadi Pemain, Penulis Naskah, dan Sutradara untuk “YouTubers”

Wayan Diananto | 9 Mei 2015 | 16:42 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - ADA banyak komika di Indonesia. Dari Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, dan Kemal Pahlevi (25).

Mereka menyeberang dari penulis, komika, ke layar lebar. Nama yang disebut terakhir tak mau ketinggalan.

Setelah membintangi film laris Comic 8, Kukejar Cinta Ke Negeri Cina, dan Rumah Gurita, kini dia mendapat kesempatan dari rumah produksi Starvision untuk menggarap film YouTubers.

Kemal berbagi cerita bagaimana kepercayaan itu jatuh ke tangannya.

Demi membanggakan pacarnya Alexandra (Anggika Bolsterli), Jovial da Lopez ikut audisi film yang disutradarai Hanung Bramantyo. Dengan kemampuan akting seadanya, Hanung menolak Jovial. Peristiwa memalukan di ruang audisi itu direkam adiknya, Andovi lalu diunggah ke YouTube.

Alexandra malu setengah mati. Rekaman Jovial ditolak Hanung ditonton banyak orang di YouTube. Sukses dengan beberapa video, Andovi kemudian memanfaatkan Jovial dalam video yang melibatkan pacar Rocky (Ge Pamungkas), juara UFC yang punya kanal YouTube tentang fitness.

Andovi juga membuat cerita yang melibatkan Joni Jawahir (Kemal Pahlevi), persona YouTube yang memiliki subscriber terbanyak di Indonesia. Lagi-lagi, video Jovial dipukul Joni jadi hit. Melihat fenomena ini, Joni memanfaatkan Jovial dan Andovi untuk membuat video bertajuk Islah.

Video ini ditayangkan di kanal Joni dan meledak. Sedangkan video-video yang ditayangkan di kanal Jovial dan Andovi melempem karena Jovial lebih mengikuti pesan Alexandra untuk mengunggah video yang mendidik nusa bangsa. Penurunan jumlah penonton membuat Andovi menuding Jovial sebagai biang keladi. Hubungan mereka retak. Mungkinkah Andovi dan Jovial rujuk dan kembali menggebrak laman YoTube? Itulah sepenggal kisah YouTubers yang naskahnya dipoles Kemal dan Jovial.

“Ingin mengangkat tema kreativitas yang dipublikasikan lewat media sosial berdampak besar. Salah satunya, jadi terkenal. Karakter utamanya, Jovial dan Andovi da Lopez. Mereka di kehidupan nyata memang persona YouTube dengan jumlah subscriber terbanyak kedua di Indonesia,” ujar Kemal.

YouTubers yang dirilis 7 Mei 2015 menjadi kerja sama kedua Kemal dengan rumah produksi Starvision. Sebelumnya, Kemal menjadi salah satu penampil di film Kukejar Cinta Ke Negeri Cina. Rupanya, setelah film Kukejar dirilis, produser Chan Parwez dan Kemal menjajaki kemungkinan komika ini membintangi film lagi bersama Starvision.

“Kami memikirkan kemungkinan membuat film tentang fenomena YouTube. Lalu saya berujar: ‘Pak, saya menyutradarai. Sepertinya akan lebih maksimal daripada film ini ditangani orang lain.’ Pak Parwez melihat potensi saya. Ia memberi kepercayaan menyutradarai dengan Fajar Bustomi sebagai supervisor. Pak Parwez produser yang senang memberi kesempatan kepada seniman baru, senang berbagi ilmu soal film, dan memiliki feeling yang bagus. Saya berterima kasih untuk itu,” Kemal membeberkan.

Semua adegan YouTubers dieksekusi di Jakarta selama 13 hari. Jadi sutradara, jelas pengalaman baru bagi komika kelahiran 25 Agustus itu. Biasanya, dia hanya menerima skenario, menjalani reading, lalu berlakon sesuai dengan interpretasi dan arahan sutradara.

Sekarang, Kemal ikut memperhatikan lokasi, properti, serta waktu syuting yang tidak boleh lebih dari jam 12 malam karena ini terkait dengan biaya sewa alat. Sutradara tidak punya waktu untuk rehat. Saat pemain break, Kemal membantu menyiapkan latar dan properti untuk adegan berikutnya. Sutradara ikut merasakan lelah yang diemban kru lain. Ikut memikirkan elemen film lainnya.

“Tapi, kalau sudah tahu celahnya di lokasi syuting enggak terlalu repot. Yang penting, memiliki asisten sutradara yang sehati sevisi. Satu lagi, mesti sabar mencocokkan jadwal pemain dan kru,” tutur Kemal, ditemui di Jakarta Pusat, pekan lalu.

Di ujung percakapan kami menantang Kemal menyebut tiga alasan mengapa harus menonton YouTubers. Inilah jawaban Kemal:

1. Temanya kekinian.

2. “Orang bilang: mulutmu harimaumu. Seiring dengan berkembangnya teknologi, ujaran itu telah bergeser menjadi: media sosialmu, harimaumu. Ada banyak contoh kasus,” beri tahu Kemal.

3. Teknologi semestinya mengikis jarak dan waktu. Faktanya, keasyikan mengutak-atik media sosial malah menjauhkan kita dari orang-orang terdekat. Pesan ini, kata Kemal, disampaikan lewat film YouTubers dalam balutan komedi saitr. Tanpa menggurui.

 

(wyn/gur)

 

Penulis : Wayan Diananto
Editor : Wayan Diananto