Pro dan Kontra Reza Rahadian Memerankan Benyamin Sueb

Wayan Diananto | 18 November 2017 | 22:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Reza Rahadian (30) ditunjuk memerankan seniman legendaris, Benyamin Sueb di film Benyamin Biang Kerok.

Dalam film karya sineas Hanung Bramantyo itu, ia beradu peran dengan Meriam Bellina, Rano Karno, dan nama besar lainnya.

Rencananya, Benyamin Biang Kerok dipecah menjadi dua jilid dan digadang-gadang menjadi box office Reza berikutnya.

Sejumlah pewarta hiburan memprotes, “Reza lagi, Reza lagi. Enggak ada yang lain?” Yang lain menuding, “Reza sekarang jadi aktor spesialis biografi.”

Mendengar celetukan itu, Reza Rahadian menjelaskan dasar utama aktor dalam bekerja adalah peran yang dimainkan harus tuntas.

Dari dulu, bintang film Perempuan Berkalung Surban tidak pernah berpikir apakah peran yang dimainkannya akan diganjar nominasi atau melenggang ke tangga box office. Kalau tidak dinominasikan di sebuah festival, ia percaya akan ada apresiasi dalam bentuk lain. Reza membantah tudingan dirinya aktor spesialis biografi.

“Selama 11 tahun berkarier, saya baru memerankan 3 tokoh yakni B.J. Habibie, Tjokroaminoto, dan Benyamin. Menarik, ketika saya yang pemain film memerankan pemain film juga. Sebagai catatan ini bukan film biografi tentang pejalanan hidup Benyamin Sueb melainkan Benyamin lahir kembali alias reborn,” terang Reza dalam sesi wawancara 4 mata.

Lahir kembalinya Benyamin Sueb menambah panjang daftar film kekinian berbasis kesuksesan film masa lalu. Kisah Cinta dan Rangga yang mengendap ratusan purnama dilanjutkan. Warkop DKI dibuat ulang. Hantu Jeruk Purut dibangkitkan kembali. Pengabdi Setan datang lagi.

Kini, giliran seniman Betawi legendaris Benyamin. Setelah Benyamin, kabarnya Suzanna akan kembali ke layar putih. Reza mengaku tak mempermasalahkan tren ini.

Menguatkan pendapat Reza, Hanung menilai fenomena melahirkan kembali tokoh lawas di layar lebar sebetulnya terjadi di seluruh dunia.

“Tokoh pahlawan dari komik Marvel misalnya, dibuat ulang dan diremajakan lagi pemainnya. Ini cocok untuk masyarakat kita yang belakangan susah diajak ke bioskop. Dibutuhkan jurus jitu agar mereka mau ke bioskop,” Hanung mengulas.

 

(wyn / gur)

 

Penulis : Wayan Diananto
Editor : Wayan Diananto