Cinta Tak Pernah Sederhana, Penampilan Atiqah Hasiholan Mencuri Perhatian

Altov Johar | 18 Maret 2019 | 04:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Para pemain pementasan teater Cinta Tak Pernah Sederhana menunjukkan kerja kerasnya berlatih selama ini, dengan suguhan yang memukau. Reza Rahadian, Chelsea Islan, Marsha Timothy, Atiqah Hasiholan, dan Teuku Rifnu Wikana sukses membuat penonton berdecak kagum melihat aksi panggung mereka.

Babak demi babak dari keseluruhan pementasan Cinta Tak Pernah Sederhana tersaji secara apik. Pementasan teater ini mengisahkan tentang munculnya cinta ke dunia, yang diwakili Adam dan Hawa dengan impian indahnya dan harapan surgawi.

"Kemudian di bumi ternyata tidak sesimpel itu, sebuah kisah cinta lalu akhirnya hakiki kembali ke alam semesta. Saya anggap ini premier dan ingin mempersembahkan hari pertama untuk media setelah kita berlatih selama sebulan lebih," ujar Happy Salma selaku produser, Jumat (15/3) malam.

Tidak mudah bermain dalam pementasan ini. Pasalnya para pemain dituntut menghapal dialog yang disusun dari kutipan puisi para penyair kenamaan, namun tetap menjadi satu kesatuan alur cerita yang utuh. Belum lagi mereka juga harus menari dan menyanyi.

Semisal adegan Adam Hawa yang diperankan Reza Rahadian dan Marsha Timothy. Dihiasi penataan cahaya yang indah, penampilan keduanya sangat menghanyutkan dengan kalimat-kalimat puitis yang mereka ucapkan.

Penampilan Atiqah Hasiholan pun sangat luar biasa. Ia sanggup menaklukkan ketakutannya bernyanyi di hadapan orang banyak, sambil menampilkan goyangan dangdut yang sensual. Di sini Atiqah Hasiholan dikisahkan sebagai wanita malam dari pinggiran kota metropolitan, yang jatuh cinta dengan penyair yang diperankan Teuku Rifnu Wikana.

Bak roller coaster, babak Atiqah Hasiholan dan Teuku Rifnu memang sangat menarik perhatian. Segala emosi hadir melalui akting keduanya. Mulai dari hati yang berbunga karena rayuan si penyair, rasa kecewa karena si wanita justru ditinggalkan sang penyair, hingga hukuman rajam yang harus diterima karena pekerjaannya yang dianggap hina.

Meski dikutip dari berbagai pusi, namun dialog yang ditampilkan pementasan Cinta Tak Pernah Sederhana sangat natural. Tentu kesuksesan itu tak lepas dari andil tangan dingin Agus Noor selaku sutradara.

Tak berlebihan jika pujian tertinggi diberikan kepada para pemain atas kesuksean mereka menampilkan suguhan tontonan yang indah. Penasaran? Pementasan Cinta Tak Pernah Sederhana digelar dua hari pada 16 dan 17 Maret 2019, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

(tov/bin)

Penulis : Altov Johar
Editor : Altov Johar