Sutradara Danur Awi Suryadi Malu Melihat Trailer Film Indonesia Dibuat Sekenanya

Panditio Rayendra | 19 Oktober 2019 | 17:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Tahun ini film horor tak sepenuhnya kehilangan taji di tangga box office Indonesia. Film Kuntilanak 2 yang dirilis Lebaran lalu misalnya, masih sanggup meraup 1,7 juta penonton. Danur 3: Sunyaruri bahkan sudah mendatangkan 2,3 juta penonton lebih, dan masih tayang. Yang terbaru, Perempuan Tanah Jahanam karya Joko Anwar mengumpulkan 117 ribu penonton lebih pada hari pertama penayangan, Kamis (17/10/2019). Sutradara Danur 3: Sunyaruri menyebut genre horor sebenarnya masih potensional mendatangkan banyak penonton.

Masalahnya, genre horor sering diberi biaya lebih murah dari genre lain. “Kalau film drama, para pemainnya populer, set lokasinya banyak, dan bagus-bagus. Horor sering kali pemainnya tidak terlalu ngetop, lokasinya satu atau dua tempat saja,” beri tahu Awi Suryadi, baru-baru ini.

Banyak rumah produksi baru yang menjadikan film horor proyek pertama mereka. Namun penggarapannya kurang bagus.

“Rumah produksi baru coba-coba bikin film horor. Enggak salah. Tapi sutradara kurang cakap mengarahkan pemain sehingga kualitas akting kurang terjaga. Kan, sayang banget. Di sisi lain, penonton makin selektif memilih. Jangan sampai terbentuk stigma film Indonesia itu kalau enggak horor ya komedi,” Awi Suryadi mengingatkan. Tak hanya itu, Awi Suryadi menyayangkan trailer film Indonesia yang dibuat sekenanya. Jauh dari kata menarik. Padahal trailer berfungsi mengajak awam menonton versi utuhnya.

Selain dipasang di medsos, biasanya trailer ditayangkan sebelum film utama main. Trailer juga dimainkan di monitor yang terpasang di loket-loket bioskop. “Sesimpel saya sedang mengantre di loket bioskop. Di situ ada layar datar yang memainkan trailer film Indonesia. Trailernya dibikin sekenanya dan jelek banget, duh, saya malu banget. Hati saya rasanya panas,” sambungnya. Awi Suryadi berharap, konten dan kualitas teknis film Indonesia ke depan semakin baik.

(ray / ray)

Penulis : Panditio Rayendra
Editor : Panditio Rayendra