Agnez Mo Pernah Mencoba Ikuti Gaya Lady Gaga, Tapi Tak Sesuai Seleranya

Supriyanto | 26 November 2020 | 23:00 WIB

Agnez Mo memulai karier sebagai penyanyi cilik sejak 1992 dan kini sudah menapaki pasar internasional. Banyak yang mengagumi kariernya sebagai penyanyi, Agnez Mo membeberkan kunci atas pencapaiannya sekarang.

"Banyak orang yang tanya kok bisa 28 tahum berkarya. Fuel-nya satu: authenticity. Kalau artis seperti saya, mindset-nya enggak cuma revenue. Jadi kepuasan yang kita punya bukan cuma dari uang, bukan cuma dari income walau itu big part of it. Tapi bagaimana kita produce art yang autentik. Puji Tuhan saya punya keluarga yang mendukung art saya yang autentik. Authenticity itu come from within," ungkap Agnez Mo di konfrensi pers virtual  Indonesia Entertainment Outlook 2021 oleh Eventori, Senin (23/11).



Agnes Mo menungkap, dengan orisinalitas, seorang musisi dan seniman bisa menjadi dirinya sendiri. Hal tersebut membuat Agnez tetap pada percaya diri pada kemampuannya tanpa mengikuti selera musik yang populer.

"Kadang kita harus make your own market. If you cant join them, make your own. Itu yang selalu saya terapkan. Berusaha jadi trendsetter," terang Agnez Mo.

Pada kesempatan itu, Agnez Mo bercerita sedikit pengalaman pribadinya. Ia mencoba mengikuti Lady Gaga, namun tidak berhasil karena musik yang dimainkan Lady Gaga bukan jenis yang Agnez mau.

"Tahun 2011, yang ada di pikiran saya, Lady Gaga can be Lady Gaga karena dia ciptakan marketnya sendiri. Saat itu dance music belum ada, semuanya pop  atau rock. Balik lagi, just make your own market. Susah tapi bisa," beber Agnez Mo.

"Waktu itu saya lagi di studio, apa kita bikin lagu dance saja ya. Karena lagi tren. Terus saya mengarang lagu sama produser saya, tapi feeling-nya enggak ada, karena feeling-nya tidak autentik. Pada saat saya nyanyi lagu tinggi, padahal saya tahu vocal range saya, itu sampai kaya ke-strained. Because my body rejected. As an artist, we listen our body, our energy. Itu yang saya tidak ingin kejadian sama orang lain," tambah Agnez Mo.

Meski demikia, Agnez Mo bersyukur diberi keleluasaan memilih lagu yang disuka saat berkarier di Amerika. Agnez merasa sangat dihargai.

"Itu yang dihargai di sana (industri musik internasional. Waktu saya bilang no, thats not me, i dont like this one. Mereka justru sangat appreciate karena mereka mikir this is an artist yang tahu yang dia mau. Bukan yang artis yang didandani kaya Barbie doll," pungkas Agnez Mo.

TABLOIDBINTANG.COM - (pri)

 

Penulis : Supriyanto
Editor : Supriyanto