Performa Rating Terus Melorot, Ikatan Cinta Disebut Enggak Asyik Lagi: Jenuh dengan Teror!

Indra Kurniawan | 8 November 2021 | 18:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Ikatan Cinta tampaknya kian kehilangan pamor. Hanya dalam kurun 1 bulan, raihan ratingnya terkoreksi hingga 3,8. Pada penayangan 7 Oktober 2021, Ikatan Cinta mengumpulkan TVR 12,6 dengan audience share 45,6 persen.

Sedangkan pada penayangan Minggu (7/11), TVR menyusut menjadi 8,8 dan audience share 34,6 persen. Episode hari sebelumnya, lebih kecil lagi 8,2 dengan share 37,9 persen. Bukan tidak mungkin bulan depan terkoreksi lebih dalam lagi ke angka 5.

Apa yang salah hingga tak dapat mempertahankan capaian setahun terakhir? Namanya juga sinetron, semakin dibuat panjang jumlah episodenya - karena mumpung sedang di atas, gregetnya tak lagi sama dengan sebelumnya.

Penonton jenuh, alur cerita semakin mengada-ngada. Alih-alih untuk kebutuhan cerita, penambahan beberapa karakter baru terkesan dipaksakan. Irvan Pratama (Oka Antara), om Andini Karisma Putri kenapa baru muncul setelah 29 tahun? Kemana saja sebelumnya? Misi balas dendam Irvan Pratama kepada keluarga Alfahri, Mama Sarah (Natasha Dewanti), dan Elsa Anindita (Glenca Chysara) tak berdasar.

"Udah beberapa hari enggak nonton karena alurnya enggak jalan-jalan, gitu-gitu aja," keluh penonton setia Ikatan Cinta di kolom komentar akun centang biru Instagram Ikatan Cinta.

"Tambah ke sini tambah enggak asyik," sahut yang lain.

"Tolong jangan dibikin berbelit atau bertele-tele. Jujur udah jenuh dengan adanya teror ini, udah lama loh ini enggak kelar-kelar. Kalau kita masih mengkritik itu pertanda kita masih cinta IC. Please jangan jumawa," netizen lain lagi mengingatkan.

Pengungkapan Elsa sebagai pembunuh sesungguhnya Roy Alfahri saja butuh lebih dari 300 episode. Bisa jadi pengungkapan Irvan Pratama sebagai dalang dari teror keluarga Alfahri dan Elsa memakan beratus episode. Semakin bertele-tele, bukan tidak mungkin semakin banyak penonton yang meninggalkan Ikatan Cinta.

"Semakin lama terungkap, rating semakin turun. Sedih lihatnya karena terlalu berbelit," kata netizen. Semoga tidak antikritik, ya. 

Penulis : Indra Kurniawan
Editor : Indra Kurniawan