Arti Tangis Maysha Jhuan saat Terancam Keluar dari X Factor Indonesia

Indra Kurniawan | 9 Maret 2022 | 07:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Maysha Jhuan mendadak berkaca-kaca hingga meneteskan air mata saat menunggu keputusan juri siapa yang harus keluar dari panggung X Factor Indonesia. Tak sedikit yang menyebut tangisan Maysha hanya untuk menarik simpati juri. Hingga tudingan mendramatisir keadaan. Sebenarnya apa yang terjadi pada Maysha?

Gala Live Show 6 X Factor Indonesia pada Senin (7/3) malam, menjadi malamnya Ruth Nelly Sihotang. Selain mendapat 5 standing ovation berkat penampilannya menyanyikan "Reflection" milik Christina Aguilera, anak didik Anang Hermansyah itu juga tereliminasi karena kalah suara dengan Maysha.

Ada satu momen yang membuat pemirsa bertanya-tanya, mengapa Maysha tiba-tiba menangis seolah tidak rela meninggalkan panggung X Factor Indonesia. Apa karena dia kalah kualitas dibanding Ruth Nelly? 

Di babak save me song, Ruth berhasil menaklukkan lagu "Roar" yang dipopulerkan Katy Perry. Sementara itu Maysha menyanyikan lagu hit Adele "When We Were Young". Siapa sangka, juri malah lebih memilih Maysha yang secara kualitas suara di bawah Ruth. 

"Kemarin aku sangat campur aduk guys. Aku minta maaf tidak dapat mengontrol emosi aku karena aku kemarin tidak fit, tekanan darah rendah aku kambuh parah. Kalian tidak tahu benar soal itu," kata Maysha di Instagram Stories, Selasa (8/3).

"Karena itu saya menangis dan gemetar seperti orang bodoh karena kakiku udah enggak kuat berdiri dan kecewa. Dan sekarang aku sudah baik-baik saja," sambungnya. 

Terima kasih Maysha ucapkan pada host Robby Purba yang dinilainya sangat peka dan peduli dengan kondisinya saat itu. Entah apa yang terjadi kata Maysha jika "Kak Robby tidak melihat kondisi aku."

Terima kasih juga Maysha ucapkan untuk Maia Estianty yang telah menguatkan dirinya di atas panggung. "I love you so much bunda. Makasih udah ngajarin dan selalu ingetin aku buat nyanyi pakai hati," kata Maysha yang baru berusia 16 tahun.

Penulis : Indra Kurniawan
Editor : Indra Kurniawan