Honor Reza Rahadian: "Per 1 Januari Harga Naik"

Wayan Diananto | 21 Desember 2013 | 16:09 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - APA yang berubah dari Reza usai menerima Piala Citra? 

"Tidak ada," jawabnya ringkas sambil  tersenyum. Tapi kami tak percaya begitu saja, lalu memancingnya dengan pertanyaan susulan, “Honor, mungkin?" Kami teringat ketika mengobrol dengan Reza Januari silam soal efek kesuksesan H&A. 

Kala itu, Bintang menyinggung kenaikan honor 20 persen setelah H&A memuncaki box office.

"Sebagai aktor, saya makan dan hidup dari sini. Realistislah. Kalau menaikkan honor sekian persen, rasanya wajar. Karyawan pun jika berprestasi di kantor, mendapat kenaikan gaji sekian persen setelah evaluasi kinerja tahunan. Yang saya hindari, seenaknya menetapkan harga," cetus Reza ketika diwawancarai Bintang. Kalau catatan prestasi seorang segitu-gitu saja, honor pun akan segitu saja.

Tidak puas dengan jawaban itu, kami meminta Reza jujur soal berapa kenaikan honornya sejak sukses H&A. "Hahaha! Anda memaksa saya. Sekitar 15 sampai 20 persen saja," Reza blakblakan. 

Lalu, setelah menerima Piala Citra, akankah Reza menaikkan honor? 

"Honor tahun depan naik. Per tanggal 1 Januari harga naik. Hahaha!” ujar Reza menirukan jargon program properti yang dipandu Feni Rose. Ia enggan membahas soal honor dan besaran kenaikan lebih detail. Baginya, honor bukan yang utama. 

Melainkan, kualitas skenario yang ditawarkan produser. Selama naskahnya menjanjikan, harga tentunya bisa dinego. Indikator kesuksesan Reza tidak hanya hanya diukur dari honor, koleksi piala, dan jumlah penonton. 

Rumah dan Mobil untuk Mama
Kami teringat, Reza dulu pernah mengucapkan dua mimpi: membuatkan rumah buat Mama. Lawan main Atiqah Hasiholan dalam film The Mirror Never Lies juga bercita-cita mempunyai apartemen. Apakah kedua mimpi besar itu sudah diwujudkan?

"Alhamdulillah, rumah buat Mama sudah beres. Apartemen sudah beres. Saat ini, masih tinggal di Radio Dalam, Jakarta Selatan, karena desain interiornya masih on progress. Insya Allah, Januari saya pindah," cetusnya kemudian. Bintang juga mendapat kabar, sutradara omnibus Isyarat itu juga membeli mobil baru. Ketika dikonfirmasi, Reza mengelak. Enggan mengiakan.

Setelah didesak, ia mengaku juga. "Mama mengamanatkan mobil pertama tidak boleh dijual. Itu keringat pertama. Ia saksi perjuangan saya ketika merintis karier di dunia akting. Jadi (mobil itu) harus tetap diingat. Akhirnya, mobil itu saya berikan kepada Mama dan saya... (beli yang baru)," ujar Reza malu-malu. Mimpi sudah terwujud. Citra sudah didapat. Tapi, bagi Reza perjuangan belumlah berakhir.  Cepat puas bukanlah sifat cowok yang satu ini. Tahun depan, ia menyiapkan banyak proyek besar.

Itu dimulai akhir tahun ini dengan megaproyek Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang dirilis 19 Desember nanti. Selain itu, Reza merampungkan film Ketika Tuhan Jatuh Cinta dan Yasmin. Film yang disebut terakhir buatan negara tetangga, Brunei Darussalam. 

Maret 2014 mendatang, bersama Christine Hakim, Nicholas Saputra, dan Eva Celia Latjuba, ia syuting film Pendekar Tongkat Emas. Syuting dilakukan di Sumba, Nusa Tenggara Timur, selama 75 hari. Reza untuk kali pertama akan diarahkan sineas peraih dua Piala Citra, Ifa Isfansyah.

(wyn/adm)

Penulis : Wayan Diananto
Editor : Wayan Diananto