Herjunot Ali: Setelah "Van Der Wijck", Syuting di 3 Negara!

Sarah Christiani | 28 Desember 2013 | 07:53 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - FILM yang dikoleksi Herjunot Ali (28) belum banyak.

Namun selektivitasnya mengalirkan ratusan ribu bahkan jutaan penonton ke bioskop, seperti dua film terakhir yang dibintanginya, Di Dalam Lindungan Ka'bah (2011) dan 5 Cm (2012). Pengujung tahun ini, ia ikut meramaikan kompetisi film-film unggulan melalui Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck bersama lawan mainnya dalam box office 5 Cm, Pevita Pearce, dan Aktor Terbaik Citra tahun ini, Reza Rahadian.

Berperan sebagai Zainudin, pemuda Makassar yang merantau ke Tanah Minang di tahun '30-an, Junot merasa tertantang. Ia harus menguasai dialek Makassar yang diakuinya memiliki tingkat kesulitan tinggi.

"Dialek Makassar sulit dikopi. Kalau Padang, sering banget kita dengar. Familier. Tapi orang Makassar kalau enggak bertemu dengan orang Makassar juga, dia enggak akan berbicara bahasa Makassar. Jadi, agak sulit," jelas Junot.

Tidak ingin tampil mengecewakan, enam bulan sebelum syuting, ia menempuh proses reading dan pelatihan akting. "Saya bekerja sama dengan para pemain profesional," ujarnya. Salah satu adegan di film yang diadaptasi dari novel legendaris karya Hamka yang membuat Junot harus bekerja keras, sebelum kapal dikisahkan tenggelam. "Ada dialog dan saya harus menghafal enam halaman skrip. Saya harus hafal semua dan diambil one shot," bilang Junot. Kepuasan dirasakan cowok keren ini saat melihat hasilnya.

Akan Syuting di 3 Negara
Menampilkan Junot di layar lebar, tampaknya jaminan sukses. Tak heran banyak produser dan sutradara yang mengincar tanda tangannya untun kontrak main layar lebar tahun 2014. "Mudah-mudahan (saya) enggak setahun sekali munculnya, Desember saja. Mudah-mudahan ada 2-3 film (tahun depan)," kata Junot ditemui di acara pameran karya seni 3 dimensi, Artphoria di Artpreneur Center di Ciputra World, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menunggu tawaran cerita dan karakter yang cocok, Junot mengaku ada satu judul film yang dipastikan mulai syuting Maret 2014. Meski merahasiakan judul film barunya, Junot membocorkan sedikit tentang film itu dan karakter yang akan dia perankan.

"Filmnya diangkat dari sebuah novel yang pengarangnya saya suka sekali. Pengarangnya baru, bukan dari pujangga lama atau pujangga baru maksudnya. Penulisnya masih ada sampai sekarang dan novelnya bagus sekali," beri tahu Junot. Junot sudah membaca novel bergenre futuristic science itu ketika duduk di bangku SMA. "Kami akan syuting di luar negeri. Di tiga negara. Dan, mungkin kami akan syuting di kota Dubai, Washington, dan tentunya Jakarta. Semoga tidak ada halangan, jadi pertengahan tahun sudah bisa dinikmati filmnya," bocor Junot lagi.

Sementara karakter yang diperankannya adalah karakter manusia modern. "Karakternya berbeda sekali dengan karakter saya di film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Yang ini (filmnya nanti) sangat ekspresif," katanya.

Menjadi bagian dari film-film yang laku di pasaran, Junot mengatakan, "Ini merupakan pencapaian tersendiri, sih bagi saya. Cita-cita saya juga, untuk bisa memberikan sesuatu dalam apa yang saya mainkan dalam karier saya." Junot tidak ngotot go international. Semua dijalani senatural mungkin.

"Saya bukan tipe yang mendewakan apa pun yang terjadi di luar. Justru saya ingin mengembalikan masa-masa orang belajar ke sini, bukan kita yang ke luar," katanya bersemangat.

(sarah/adm)

Penulis : Sarah Christiani
Editor : Sarah Christiani