Mencicipi Cita Rasa Rendang Dalam Kemasan Burger

Administrator | 28 November 2013 | 16:57 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - KETIKA diminta menyebutkan salah satu makanan khas Minangkabau, banyak yang akan menjawab, rendang.

Bagi orang berdarah Minang, tentu ini menjadi santapan yang sudah tak asing lagi. Makanan tradisional ini merupakan olahan daging, santan dan berbagai macam rempah-rempah (dikenal dengan istilah pemasak) yang dimasak melalui proses yang cukup lama hingga berwarna pekat.

Rendang telah menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat Indonesia, tak terkecuali penduduk mancanegara, khususnya Asia.

Umumnya, rendang paling mantap disantap dengan sepiring nasi. Namun kini terdapat cara baru menikmati kelezatan bumbunya.

Burger King menghadirkan dua pilihan burger dengan saus rendang istimewa, Tendercrisp Rendang Deluxe dan Doubles Rendang Deluxe.

Bagi yang ingin eksperimen baru di lidah, tersedia Tendercrisp Rendang Deluxe, burger premium berisi fillet ayam, mayonaise, lettuce segar, beefacon dan bumbu rendang dengan harga Rp 27.273.

Sedangkan untuk Doubles Rendang Deluxe, dibuat dari 100 persen daging flame-frilled yang diimpor, mayonaise, beefacon dan bumbu rendang seharga Rp. 30.000.

Di antara kedua burger yang ditawarkan, memang Doubles Rendang Deluxe lebih nendang sebab terasa sekali perpaduan yang tepat antara saus dengan daging.

Namun merupakan pengalaman kuliner yang menarik saat mencicipi Tendercrisp Rendang Deluxe, sebab jarang sekali menemukan santapan rendang menggunakan daging ayam.

Saus rendang di dalam kedua burger sangat kental terasa, bahkan terbilang dominan dibandingkan komponen lainnya. Akan tetapi, ini menjadi kelebihan dari kedua burger ini, yakni memberikan kesempatan para konsumen menikmati rendang dalam bentuk penyajian yang berbeda.

Selain di Indonesia, burger rendang ini sebelumnya juga tersedia di gerai Burger King Singapura dan menjadi pilihan favorit banyak orang.

Seperti kata orang Minang, Tendercrisp Rendang Deluxe dan Doubles Rendang Deluxe memang "Lamak Bana!"

image credit: Dok. Buger King

(tika/ade)

Penulis : Administrator
Editor : Administrator