Lisa Blackpink: Putri Thailand yang Sukses di Industri K-Pop

Rizki Adis Abeba Minggu, 12 Agustus 2018 03:00:12
Lisa Blackpink: Putri Thailand yang Sukses di Industri K-Pop (dok. KPopMap)

TABLOIDBINTANG.COM - Blackpink tidak hanya melejit di Korea, tapi juga populer secara internasional. Single “Ddu-du Ddu-du” yang dirilis dalam Bahasa Korea dan Inggris pada 15 Juni lalu memecahkan rekor videoklip girl band Korea yang ditonton 36 juta kali hanya dalam 24 jam. Kurang dari dua bulan, “Ddu-du Ddu-du” ditonton 239 juta kali di YouTube. 

Bersama Blackpink yang tengah naik daun, Lisa (21) menjadi personel paling menarik perhatian. Lisa merupakan personel termuda dan satu-satunya yang tidak berdarah Korea. 

Lahir dengan nama Pranpriya Manoban di Bangkok pada 27 Maret 1997, cewek yang mengubah namanya menjadi Lalisa Manoban ini mengikuti audisi yang digelar YG Entertainment pada 2010 dan menjadi satu-satunya peserta asal Thailand yang lolos. Lisa hijrah ke Korea pada usia 14 tahun. Sebagai orang asing, selama sesi latihan, Lisa kesulitan berkomunikasi.

Lisa Blackpink: Putri Thailand yang Sukses di Industri K-Pop (Nanda / tabloidbintang.com)
Lisa Blackpink: Putri Thailand yang Sukses di Industri K-Pop (Nanda / tabloidbintang.com)

Akibatnya, ia sempat frustrasi. “Awalnya, saya sama sekali tidak bisa berbahasa Korea. Rasanya sangat frustrasi setiap kali ingin berkomunikasi. Saya mendapat pelajaran bahasa Korea setiap hari, selain itu teman-teman membantu saya meningkatkan kemampuan berbahasa Korea,” ungkap Lisa.

Dalam waktu 5 tahun 6 bulan, kemampuan berbahasanya berkembang pesat. Selain mahir berbahasa Korea, Lisa menguasai bahasa Jepang dan Inggris. 

(riz / gur)
Penulis Rizki Adis Abeba
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.