Ernest Prakasa Sindir Media yang Eksploitasi Kabar Duka Ashraf Sinclair

Indra Kurniawan Jumat, 21 Pebruari 2020 18:30:21
Ernest Prakasa mengunggah sebuah tulisan berlatar warna kuning (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kepergian Ashraf Sinclair menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Beberapa media hingga hari ini mungkin menugaskan reporternya untuk mewawancarai pihak keluarga. Mereka tampaknya tidak memberikan ruang kepada pihak keluarga untuk berkabung. 

Ini kemudian yang menjadi perhatian Ernest Prakasa. Melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (19/2), Ernest Prakasa mengunggah sebuah tulisan berlatar warna kuning.

Dalam tulisannya ia seakan menyindir media yang hanya mementingkan urusan berita tanpa mengedepankan empati kepada keluarga yang berkabung.

"Menyorot tanpa henti. Mengeksploitasi tanpa empati. Saat click & views jadi dewata, nurani pun jadi jelata," begitu bunyi unggahan Ernest seperti dilihat tabloidbintang.com dari Instagramnya. 

Sutradara film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan merasa sedih melihat bagaimana sebagian media memperlakukan keluarga yang tengah berduka. 

"Mereka bukan komoditas, mereka juga manusia. Bisakah kalian lebih peka?" tanya Ernest di bagian caption.

Sejumlah selebriti tampaknya sependapat dengan tulisan Ernest. Di antaranya Dewi Sandra, Dian Sastrowardoyo, Wulan Guritno, Chelsea Islan, dan Judika.

"Edan si broo!!! Mengerikan," cetus akun terverifikasi Judika. "Kejam," balas Ernest. "Saya senang Anda mengangkat (isu) ini," kata akun Dewi Sandra. "Kita semua seharusnya (mengangkat itu)," jawab Ernest.

Ashraf Sinclair menghadap Tuhan pada Selasa, 18 Februari 2020, pukul 04.51 WIB di Rumah Sakit MMC Kuningan Jakarta. Pesinetron berusia 40 tahun yang diduga terkena serangan jantung itu meninggalkan seorang istri dan seorang anak. 

(Kur)

Penulis Indra Kurniawan
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.