Polemik Sabyan Gambus Bawakan Lagu Ya Tabtab di Acara Ramadhan

Indra Kurniawan Selasa, 12 Mei 2020 16:30:09
Penampilan grup musik Sabyan Gambus dalam acara Syair Ramadhan di GTV akhir April lalu menuai polemik. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Penampilan grup musik Sabyan Gambus dalam acara Syair Ramadhan di GTV akhir April lalu menuai polemik. Di acara tersebut Nisya Cs membawakan tembang "Ya Tabtab" yang dipopulerkan oleh penyanyi asal Lebanon, Nancy Ajram.

Dinyanyikan dalam bahasa arab, "Ya Tabtab" disebut-sebut menceritakan seorang perempuan yang ngambek dengan kekasihnya dan tidak bisa meninggalkannya karena sayang.

Polemik terjadi ketika penampilan Sabyan Gambus di acara itu diunggah melalui kanal YouTube Officialgtvid dengan judul "Ya Tabtab - Sabyan Ashik Banget Sambil Joged" yang dipublikasikan pada 29 April 2020.

Sebagian menilai "Ya Tabtab" yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia "Ya Montok" tidak pantas dinyanyikan di acara Ramadhan. Sebagian lain tidak mempermasalahkan sepanjang menghibur.

"Apanya yang religi? Ini bukannya lagunya Nancy Ajram tentang cewek lagi ngambek sama cowoknya ya? Di Arab sono lagu beginian dipakai buat belly dance coy," kata salah satu netizen.

"Ya Allah harusnya kan kalau mau nyanyiin lagunya dicari tahu dulu apa artinya. Jadi intinya jangan menganggap semua lagu arab itu berbau Islami," bilang netizen lain.

"Kalau menurut aku sih sah-sah aja. Walau enggak ada unsur Islami ya yang penting tidak merubah keimanan kita kepada Allah. Mungkin lagu ini untuk kasih semangat kepada para peserta Syiar Ramadan. Semangat ya Sabyan," komentar netizen yang lain lagi mendukung.

Pihak GTV dan Sabyan Gambus sendiri sampai saat ini belum memberikan tanggapan melalui media sosial mengenai polemik tersebut.

(kur)

 

Penulis Indra Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.