Mengapa Anak Gemar Menonton Video Ulasan Mainan di YouTube? Ini Alasan Ilmiahnya

Rizki Adis Abeba | 12 November 2019 | 21:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Menonton video di Youtube kini sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak zaman now. Dari berbagai sajian tontonan di Youtube, video ulasan dan membuka mainan pasti menjadi salah satu konten paling disukai anak. Namun pernahkah Anda mencari tahu, mengapa sih, anak-anak begitu tergila-gila dengan video ulasan mainan?

Apakah Anda pernah mengingat saat-saat di mana hari Minggu pagi menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu karena banyak kartun dan acara televisi anak-anak? Selain menyimak kartun favorit, tayangan iklan di hari minggu pastilah dipenuhi pariwara berbagai produk anak, mulai dari mainan, makanan, hingga perlengkapan anak. Dan tanpa disadari, segmen iklan tetap menjadi bagian dari tontonan mengasyikkan di hari Minggu.

Nah, rupanya video ulasan dan membuka kemasan mainan di Youtube pun pada dasarnya menyajikan konten serupa. Video-video tersebut menampilkan benda-benda yang disukai anak, lengkap dengan keterangan dan peragaan cara menggunakannya.

Berkembangnya media sosial dan platform digital seperti Youtube menjadi wadah baru bagi para produsen untuk beriklan. Terlebih, “iklan” mainan-mainan di Youtube ditampilkan dalam berbagai variasi video, tergantung sang pemilik kanal Youtube. 

Namun di luar itu semua, ada alasan ilmiah di balik ketertarikan anak-anak terhadap video yang berisi ulasan mainan. Dr. Charlotte Keating, PhD., psikolog klinis sekaligus ahli saraf asal Melbourne, Australia, menjabarkan secara ilmiah mengapa menonton video ulasan dan membuka mainan bisa begitu mencandu bagi anak-anak.

“Menonton video-video itu bisa mengaktivasi dikeluarkannya hormon dopamine di area otak mereka yang berkaitan dengan motivasi dan penghargaan. Juga, anak-anak dapat membangun sesuatu yang disebut ‘keinginan mimesis’, yang pada dasarnya adalah keinginan untuk memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain,” urai Charlotte Keating.

Terkadang, rasa ingin memiliki itu bisa terpuaskan hanya dengan sekadar menyaksikan video yang mengulas mainan tersebut. “Mereka mungkin tidak punya mainan yang ditampilkan di video, tetapi mereka bisa menonton orang lain membuka dan memainkannya berulang-ulang kali,” jelas Charlotte Keating.

Menonton video ulasan mainan sesungguhnya tidak membahayakan untuk anak-anak. Namun orang tua perlu tetap membatasi waktu anak menonton Youtube untuk mencegah efek samping lain, misalnya kerusakan pada mata, anak menjadi malas bergerak, dan enggan bersosialisasi. 

(riz)

Penulis : Rizki Adis Abeba
Editor : Rizki Adis Abeba