Alasan Iqbaal Ramadhan Kuliah di Luar Negeri

Yohanes Adi Pamungkas | 16 Maret 2019 | 21:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Di puncak popularitas, Iqbaal Ramadhan mengingatkan diri sendiri bahwa Dilan 1991 bukan tujuan akhir. Ia tidak mau terjebak dalam karakter Dilan. Selain seni peran, ia berkiprah sebagai pemain bas grup musik Svmmerdose. Mantan personel CJR ingin karier sebagai aktor dan musisi berjalan beriringan. 

“Saya enggak mau berhenti di Dilan saja. Masih ada film lain yang akan dirilis,” kata Iqbaal seraya menambahkan, “Target lain di luar seni, ingin menjadi anak yang berbakti. Bapak dan Ibu menasihati saya agar tetap menjadi anak yang baik, berbakti, dan taat. Mereka telah memberikan kepercayaan. Sebagai anak saya mesti memegang dan menjaga kepercayaan itu.”

Iqbaal menyadari, makin sukses, cobaan yang datang akan makin besar. Kepada kami, bintang film Ada Cinta di SMA menyebut tidak ada yang berubah dalam kehidupannya setelah Dilan 1990 dan sekuelnya meledak. Saat ia mulai berubah, orang tua dan sahabat mengingatkannya. Lantas, kepada siapa Iqbaal mendedikasikan kesuksesan ini?

“Buat diri sendiri saja, deh! Karena saya yang merasakan capainya ha ha ha! Mengubah karakter dari Minke di film Bumi Manusia ke Dilan 1991 itu berat, lo,” aku aktor kelahiran 28 Desember ini.

Keputusan Iqbaal mengutamakan pendidikan diikuti oleh Vanesha. Popularitas membuat adik Sissy Prescillia ini mulai berpikir untuk melanjutkan pendidikan. Vanesha sempat 3 bulan mengikuti kursus bahasa Inggris di Australia. Ilmu itu hendak dijadikan modal kuliah di luar negeri. 

“Saya ingin kuliah public relations di luar negeri. Mengapa harus ke luar negeri? Agar saya fokus belajar, tidak terganggu pekerjaan sebagai artis,” Vanesha beralasan.

Kuliah di luar negeri bukan untuk gaya-gayaan. Ada tanggung jawab besar yang dipikul mahasiswa yang menimba ilmu di negeri orang. Iqbaal membenarkan. 

“Saya punya target selama kuliah di luar negeri. Saya harus lulus dengan nilai baik, dengan nilai di atas 70 persen supaya bisa mengambil program lanjutan yang saya mau. Saya ingin sehat. Itu sebabnya selama di Australia, saya sering bersepeda. Bersyukur, teman-teman kuliah saya di Australia asyik dan menyenangkan,” Iqbaal bercerita. 

Kepada generasi muda, Iqbaal mengingatkan untuk jangan takut bermimpi. “Tidak masalah menjadi berbeda dari orang lain. Lakukan apa yang kalian sukai sesuai dengan usia kalian. Yang penting, bertanggung jawab untuk keputusan yang telah kalian buat,” imbaunya.

(wyn / han)
 

Penulis : Yohanes Adi Pamungkas
Editor : Yohanes Adi Pamungkas