Sebelum Putus, Begini Prilly Latuconsina Maknai Hubungan dengan Maxime Bouttier

Abdul Rahman Syaukani | 4 Oktober 2019 | 14:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Dipertemukan lewat salah satu judul sinetron, jalinan hubungan Prilly Latuconsina dan Maxime Bouttier berkembang menjadi kisah percintaan. Hubungan mereka lebih dari sekedar pertemanan atau rekan kerja di lokasi syuting. Prilly Latuconsina dan Maxime Bouttier resmi pacaran sejak 17 November 2017 lalu.

Sejumlah pihak kala itu sempat menduga kalau hubungan Prilly Latuconsina- Maxime Bouttier hanya settingan belaka untuk mendongkrak rating dan menarik minat penonton. Namun perjalanan waktu membuktikan kalau hubungan mereka memang serius karena ada getaran-getaran cinta. 

Pada 17 November 2018 lalu, saat jalinan cinta Prilly Latuconsina dan Maxime Bouttier genap satu tahun, kami sempat menanyakan akankah mereka membuat perayaan khusus menandai satu tahun jalinan cinta mereka.

"Aku nanyain jadwal dia kapan bisa ketemu. Kami kan juga bukan couple ABG lagi. Kalaupun kami ketemu paling dinner aja," ucap Prilly Latuconsina saat ditemui di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, ketika itu.

Ketika itu Prilly Latuconsina belum kepikiran untuk membuat perayaan khusus untuk menandai satu tahun perjalanan cintanya dengan Maxime Bouttier. Apalagi hubungan mereka sejauh ini jauh dari bumbu-bumbu seremoni. Prilly Latuconsina menyebut kisah cintanya dengan Maxime Boutier bukan romantis seperti drama Korea, tapi realistis.

"Tapi kalau ngerayain dengan bunga-bungaan kayaknya enggak deh. Aku sama Maxime pacarannya enggak kayak gitu," tutur Prilly Latuconsina.

Saat memasuki masa satu tahun pacaran, Prilly Latuconsina dan Maxime Bouttier sangat bersyukur tidak ada riak-riak permasalahan yang dapat menodai kebahagiaan jalinan asmara mereka. Satu tahun pacaran Maxime Bouttier- Prilly Latuconsina bisa dibilang jauh dari konflik. Tapi sayang, jalinan cinta Prilly Latuconsina dan Maxime Bouttier sudah berakhir. Semoga ini yang terbaik bagi keduanya.

(Man)

Penulis : Abdul Rahman Syaukani
Editor : Abdul Rahman Syaukani