Sambil Menangis, Fairuz A Rafiq Tegaskan Tak Mau Damai dengan Trio Ikan Asin

Redaksi | 28 Januari 2020 | 11:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Fairuz A Rafiq mengungkapkan kekesalannya terhadap kasus video ikan asin yang melibatkan Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua. Ia diminta memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan yang digelar pada Senin (27/1) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

Fairuz menjadi saksi bersama Sonny Septian, Monalisa, dan Sapriadi Indra dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam proses persidangan, Fairuz diminta menjelaskan kronologis laporannya terhadap trio ikan asin oleh Majelis Hakim. 

Sambil beberapa kali menangis, Fairuz A Rafiq menjelaskan awal mula dirinya tahu jika ada konten video di YouTube yang mempermalukannya. 

"Jadi awalnya saya itu sering jalan di mall gitu. Terus banyak yang ke saya ngomong, 'itu kan ikan asin'. Saya nggak tau awalnya. Terus Kak Monalisa telepon saya, menjelaskan ke saya kalau saya itu udah dipermalukan oleh mantan suami saya dan rekannya di salah satu YouTube yang udah menyebar di media sosial," jelas Fairuz sambil menangis di muka persidangan. 

Lebih lanjut, Fairuz A Rafiq juga mengatakan secara detil bagian-bagian mana saja yang dianggapnya sangat menghina martabatnya sebagai wanita. 

"Awalnya saya nggak mau lihat karena sebelumnya mantan suami saya pernah menjelekkan saya, tapi saya tidak menggubris. Tapi saya tidak mau dia dan rekan-rekannya menghancurkan harga diri saya. Saya lihat video durasi 32 menit, saya merasa dipermalukan di menit 14 sampai 21, dan semua diulas dan disebut organ intim saya bau ikan asin dan berjamur. Saya merasa harga diri saya hancur," lanjutnya.

Masih dalam persidangan, Fairuz A Rafiq pun kembali menegaskan agar proses hukum dari kasus yang ia laporkan dapat diselesaikan sampai tuntas. Secara tegas, ia menolak segala upaya dari majelis hakim ataupun tim kuasa hukum yang ingin mendamaikan dirinya dengan tiga terdakwa.

"Saya nggak pernah lupa seumur hidup saya, sampai saya mati. Saya tidak akan mau damai. Sampai saya mati, masuk akhirat saya tidak mau damai. Saya sudah sakit hati sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang ibu," tegasnya sambil menangis. 

(rik)
 

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi