Bom di Makasar, Ketua Umum PBNU: Tidak Ada Agama Benarkan Kekerasan

Redaksi | 29 Maret 2021 | 13:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Sebagai respons atas peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) pagi, Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) KH Said Aqil Siroj menegaskan tidak ada satu agama pun, tak terkecuali agama Islam yang membenarkan kekerasan, apalagi terorisme.  

Menurutnya, peristiwa pengeboman ini menandakan bahwa terorisme masih eksis di Indonesia. Ia juga menyakini, pelaku pengeboman masih ada kaitannya dengan jaringan teroris Poso hingga ke Filipina Selatan.   

"Kita (harus) selalu waspada, tapi tidak boleh takut menghadapi terorisme ini," ucap kiai kelahiran Cirebon 67 tahun lalu itu.  Kiai Said mengutuk keras pelaku pengeboman tersebut. "Saya atas nama warga Nahdliyin mengutuk keras terjadinya pengeboman di Katedral Makassar," kata Kiai Said.  

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf berbelasungkawa dan prihatin atas peristiwa teror bom itu. "Kejahatan semacam ini hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang telah membuang semua naluri kemanusiaan dari dalam dirinya," ujar Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf.     

Radikalisme dan terorisme, katanya, adalah benalu peradaban. Aksi tersebut, lanjutnya, jelas menghisap nutrisi dari peradaban untuk membesarkan dirinya dan melemahkan peradaban itu sendiri. Bahkan aksi ini mengembangkan lingkungan industri (industrial environment) mereka sendiri.    

"Membangun branding mulai dari gaya hidup, fashion, ikon-ikon sosial, sampai dengan kantong-kantong komunitas dengan lapis-lapis spektrum yang pada akhirnya membentuk kelompok inti terdiri atas orang-orang yang siap menjalankan aksi teror," ungkap Gus Yahya, sapaan akrabnya.   

Artikel ini diambil dari laman nu.or.id.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi