Mengingat Kembali Kehebohan Peringatan 40 Hari Wafatnya Olga Syahputra

Yohanes Adi Pamungkas | 16 Mei 2015 | 07:15 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - SUDAH lebih dari 40 hari Olga Syahputra meninggalkan kita. Namun senyum, tawa, serta berbagai kenangan manis dan lucu darinya tidak ikut meninggalkan kita.

Ribuan orang rela berdesakan, turut serta hadir di kediaman rumah orang tua Olga di Duren Sawit, Jakarta Timur, untuk ikut mendoakan Olga. Seribu paket sembako pun dibagikan keluarga Olga untuk pengunjung yang hadir.

Sejak subuh pagar barikade besi hitam setinggi 1,5 meter sudah berdiri kokoh di sekitar kediaman orang tua Olga. Keluarga Olga dibantu pihak keamanan setempat sepertinya belajar dari keramaian saat peringatan 3 hari dan 7 hari, yang menyebabkan semua orang bebas masuk ke dalam lingkungan rumah dan menjadikan suasana tidak kondusif. Khusus untuk peringatan 40 hari ini, hanya orang-orang yang memiliki undangan dan memegang kupon yang bisa masuk. 

Keluarga sudah menyiapkan 1.000 paket sembako yang akan dibagikan malam harinya kepada warga sekitar juga warga dari luar wilayah rumah yang memegang kupon. Kupon dibagikan pagi, terbentuk antrean hingga sepanjang 500 meter. Panitia sampai membuat antrean sebanyak 4 baris.

Untuk menghindari kericuhan, beberapa polisi ikut mengamankan lokasi. Masih saja ada perempuan tua yang jatuh pingsan karena tidak kuat berdesakan. Paket sembako itu berisi teh, mi instan, beras, gula, sajadah, dan baju koko.

Menjelang sore, orang-orang makin ramai mendatangi kediaman orang tua Olga. Sebab pada pukul 4 sore akan digelar pengajian pertama di depan rumah, di bawah tenda sepanjang 300 meter, bersama sekitar 300 anak yatim piatu asal Bogor, yang menjadi asuhan Olga semasa hidup.

Juga ada puluhan penggemar Olga yang menamakan diri Olga Lovers dan penggemar Billy Syahputra, adik Olga, yang bernama Ababil. Beberapa rekan dari manajemen Olga juga datang seperti Chand Kelvin dan Tarra Budiman. Terlihat juga Vera Zanobia alias Mak Vera, wanita yang memanajeri Olga.

Sambil menunggu kedatangan anak-anak asuh Olga, ayah Olga, Nurohman duduk di garasi rumah, sementara adik Olga lainnya seperti Billy, Utha, dan Reni mengobrol dengan beberapa tamu yang sudah datang sejak siang hari. Billy, Utha, dan Reni memakai pakaian serbaputih. Pengajian pun dimulai. 

Anak-anak yatim begitu bersemangat mengirim doa untuk Olga. Hanya Billy yang ikut mengaji di atas panggung, sementara orang tua Olga berada di teras rumah. Ayah Olga yang memakai baju koko putih duduk diam, melamun. Lantunan doa membuat Nurohman bersedih. Air matanya pun jatuh dan langsung dia usap dengan tangannya.

Di pengujung pengajian, Billy, Reni, dan Mak Vera diberi kesempatan membacakan doa untuk Olga. Billy memiliki doa khusus untuk sang kakak.

“Ya Allah, saya yakin Olga dibukakan pintu surga, diterangkan kuburnya, dan diampuni dosa-dosanya,” ucap Billy.

Sementara Reni, adik perempuan Olga, juga berharap kakaknya diberikan tempat indah di surga.

“Semoga Olga diberikan kebahagiaan di surga,” sambung Mak Vera yang langsung menangis dan menunduk, tidak kuat menahan sedih dan harunya.

(han/gur)

Penulis : Yohanes Adi Pamungkas
Editor : Yohanes Adi Pamungkas