Salat Jumat di Tengah Wabah, Atalarik Syach: Saya Nggak Boleh Takut Sama Corona

Ari Kurniawan | 8 April 2020 | 13:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Atalarik Syach mengundang kontroversi lewat sebuah video yang diunggahnya di media sosial. Video itu memperlihatkan Atalarik dalam perjalanan menuju masjid, untuk menunaikan salat jumat. 

Padahal, di tengah kekhawatiran masyarakat atas pandemi Covid-19, pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat bisa beribadah di rumah. 

"Ini lagi blusukan, kebetulan kami tinggal di zona merah, mau cari masjid mana yang masih buka," ucap Atalarik Syach, sambil memegang kemudi. 

Atalarik juga sempat bertanya pada lelaki di sebelahnya tentang konsekuensi tidak menjalankan salat jumat tiga kali berturut-turut. Pria yang disebut Atalarik sebagai ustadz itu kemudian menjawab, "Wah dinyatakan kafir, nggak boleh ngawinin (menikahkan) anak perempuannya".

Atalarik akhirnya meminta maaf, karena videonya telah menyinggung banyak orang yang tengah berusaha mencegah penyebaran virus Covid-19. 

"Saya Atalarik Syach ingin menyampaikan permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya kepada umat muslim di Tanah Air, atas perkataan saya yang membuat tersinggung atau kecewa saudara-saudara," kata Atalarik Syah, dalam video yang diunggah di YouTube. 

Atalarik Syach mengatakan saat ini dirinya sedang bersemangat mempelajari agama Islam dan berusaha untuk terus salah berjamaah. Atalarik juga bilang, dirinya lebih takut pada Allah ketimbang virus Corona. 

"Saya saat ini lagi memggebu-gebunya lagi belajar salat berjamaah. Saya lagi ingin memiliki keyakinan yang lebih kepada Allah SWT. Saya mau lebib yakin lagi, saya nggak boleh takut terhadap virus corona, tapi lebih takut kepada Allah," imbuh Atalarik Syach

Sebelumnya, MUI mengeluarkan Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19. Salah satu isi fatwa adalah mengatur tentang ibadah salat Jumat dan mengenai ketentuan yang harus dilakukan terhadap jenazah pasien pengidap virus corona atau Covid-19.

(ari)
 

Penulis : Ari Kurniawan
Editor : Ari Kurniawan