Presenter Maria Vania Sering Menangis Sendirian di Kamar Kos Saat Merintis Karier

Yohanes Adi Pamungkas | 1 Maret 2016 | 19:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Maria Vania (24) semula ingin berkiprah di dunia sinetron. Takdir malah membawanya ke dunia presenter. Menjadi pemandu acara televisi, Maria Vania berusaha menjaga tubuhnya agar selalu sehat dan bugar.

Sekitar tahun 2012, Maria Vania bertolak dari Bandung menuju Jakarta untuk mencoba peruntungannya di dunia hiburan. Targetnya: menjadi pemain sinetron. "Niatku sebenarnya menjadi pebisnis, tetapi orang tua mendorong aku masuk dunia entertainment," bilang Maria Vania saat mengobrol di kantor Tabloid Bintang, Rabu (17/2).

Bukan perkara gampang berkiprah di industri hiburan, apalagi buat pendatang baru seperti Vania. "Karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, aku sering menangis sendirian di kamar kos. Aku tinggal di kamar kos yang harga sewanya Rp 400 ribu per bulan dan tidur dengan kipas angin," kata Vania menceritakan masa-masa sulitnya. Merasa sulit menembus dunia hiburan, Vania memutuskan kembali ke Bandung.
    
Kehidupan Vania berubah total pada pengujung tahun 2013. Seorang kawan mengajaknya ikut kasting presenter program acara sepak bola Sambanesia dan Destination Brazil. Tayangan tersebut dibuat untuk menyambut momen Piala Dunia 2014 di Brasil.

"Sebetulnya aku tidak berminat menjadi presenter, jadi tidak terlalu berharap terpilih," ujar lulusan Diploma 3 Bahasa Inggris ini. Keinginannya ternyata tak terwujud. Ia malah lolos kasting. "Mungkin ini jalan Tuhan. Aku kena kualat, niatnya tidak mau lolos kasting, malah dapat pekerjaan," kata Maria Vania yang menjadi presenter program Di Antara Kita MNC TV, Sportvaganza Trans TV, Hot Issue Indosiar, dan Kualifikasi Piala Eropa 2016 Global TV.

(han/adm)

Penulis : Yohanes Adi Pamungkas
Editor : Yohanes Adi Pamungkas