Omar Daniel, Idola Baru Remaja yang Melejit Lewat Sinetron "Anugerah Cinta"

Indra Kurniawan | 1 Oktober 2016 | 14:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Ini dia idola baru remaja. Namanya, Omar Daniel (21). Bagi penonton setia sinetron Anugerah Cinta (AC) wajah cowok berambut gondrong ini tentu sudah tak asing.

Omar Daniel tidak menyangka kesuksesan AC melambungkan namanya hingga diidolakan banyak kaum hawa. Ia bahkan disebut-sebut dapat menyaingi popularitas Stefan William dan Aliando Syarief yang memiliki jutaan penggemar di dunia maya.

Anugerah Cinta sinetron kedua Omar, setelah sebelumnya beradu akting dengan Stefan William di sinetron Anak Jalanan (AJ).

Di  Anugerah Cinta  Omar Daniel hanya tampil sekitar 20 episode. Melihat aktingnya menjanjikan, Omar Daniel ditarik oleh Sinemart untuk menghuni jajaran pemain  Anugerah Cinta.

Di Anugerah Cinta Omar harus memerankan Rey yang memiliki dua kepribadian. Di satu sisi Rey sosok laki-laki normal, yang berprofesi penyiar radio. Di sisi lain Rey terobsesi untuk mendapatkan hati wanita yang dicintainya, sampai rela menyamar sebagai tukang ojek. 

“Semua itu tantangan baru buat saya. Apalagi saya orang baru di dunia entertainment terutama di bidang akting. Awalnya Rey laki-laki biasa. Namun karakternya terus berkembang. Setelah dia bertemu Naura (Irish Bella), dia mulai terobsesi dengan Naura dan obsesi dia bisa dibilang psiko (Psikopat),” jelas Omar Daniel ditemui tabloid Bintang di kawasan Kebagusan, Jakarta.

Tidak tahan dengan kelicikan Rey, banyak penonton setia  Anugerah Cinta  yang dibuat geregetan bahkan benci setengah mati setiap kali Rey mengganggu kebahagiaan Arka (Giorgino Abraham) dan Naura. 

Kesulitan ditemui Omar Daniel ketika dituntut memerankan sosok Rey yang aktif, ceria, dan heboh. Karakter yang bertolak belakang dengan keseharian Omar. Namun, hal itu terus ia pelajari demi memuaskan para penonton setia  Anugerah Cinta.

“Omar orangnya lurus-lurus saja sementara Rey aktif, ceria, dan heboh. Mungkin Rey begitu karena profesinya penyiar radio. Namun di balik perbedaan, ada persamaan antara Omar dan Rey. Kami sama-sama orang yang netral, baik, humble, dan melakukan hal-hal positif,” ungkap cowok kelahiran Surakarta, 9 April 1995. 

Berkat  Anugerah Cinta , Omar menjelma menjadi idola baru. Di lokasi syuting AC hampir tidak pernah sepi penonton yang datang dari seputar Jabodatebak. Mereka rela menunggu berjam-jam hanya demi melihat dan foto bareng Omar. 

“Saya merasa belum pantas disebut bintang atau menjadi idola. Saya masih terlalu junior disebut seorang bintang. Saya masih terlalu baru. Sampai sekarang saya masih dalam proses belajar. Masih dalam proses adaptasi. Jadi belum sepenuhnya bisa menerima itu (predikat idola baru),” kata Omar merendah. 

 

(ind/gur)

 

Penulis : Indra Kurniawan
Editor : Indra Kurniawan