Mengenang Perjalanan Hidup Ria Irawan (Bagian 4): Pernikahan yang Sensasional

Redaksi | 6 Januari 2020 | 20:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Pada November 1996, Ria Irawan bertemu dengan Yuma Wiranatakusumah. Kala itu sebuah majalah bulanan sedang melakukan pemotretan dengan Ria, kebetulan meminjam tempat dan motor Harley Davidson milik Yura sebagai background. Keduanya sempat berbincang di kesempatan itu. Ternyata, mereka saling memiliki ketertarikan. 

"Terus terang yang paling saya suka darinya adalah kebesaran hati dan kejujuran saat mengungkapkan sejarah dan rahasia hidupnya yang paling dalam. Dari awal, ia tidak berusaha menutupi dirinya. Ia bercerita tentang statusnya sebagai duda dengan dua anak yang sudah remaja. Juga kebesaran hatinya menerima sejarah hidup saya apa adanya. Ia pun berjanji memberikan kesempatan pada saya untuk kembali berkarier di bidang yang saya anggap mampu meluaskan wawasan berpikir dan jadi ladang hidup saya. Saya diizinkan untuk melakukan apa saja, asal tidak melupakan status saya sebagai nyonya Yuma Wiranatakusumah," kata Ria Irawan dalam wawancara dengan tabloid Bintang Indonesia pada 1997.  



Pada 5 April 1997, Ria Irawan dan Yuma menikah dengan menggelar pesta pernikahan yang sensasional. Di momen bahagia itu, Ria menggunakan mobil peninggalan ayahnya sebagai mobil pengantin. Bersama Yuma, ia menaiki mobil Mercedes Benz kuno warna putih dan diiringi puluhan motor besar menuju tempat resepsi.

Ketika masih kecil, Ria sering bepergian dengan almarhum ayahnya,  Bambang Irawan, naik mobil Mercedez Benz keluaran tahun 1938. Mobil itu menyimpan banyak kenangan buat Ria. Karena itu, "Saya ingin mobil tua peninggalannya berperan dalam pernikahan saya. Sekaligus menyatukan sejarah yang hidup dalam diri ibu dan ayah ke dalam sejarah saya," tutur Ria. Sepeninggal ayahnya, mobil itu hanya diparkir di halaman rumah, dibiarkan termakan karat. Agar bisa dipakai lagi, Yuma terpaksa mengganti mesinnya dengan mesin mobil Corona. Beberapa kali, mobil ini hendak dijual. Tapi, setiap kali akan transaksi, keluarga Ria selalu membatalkan. "Ini satu-satunya mobil kuno, dari sekian banyak koleksi mobil kuno ayah saya, yang tersisa," ujar Ria. 

Sayang rumah tangga mereke kemudian kerap diwarnai pertengkaran. Penyebabnya, Yuma lebih konvensional, sedangkan Ria serba praktis dan modern. Ketidakcocokan itu akhirnya berujung pada perceraian pada Desember 1999. "Saya menganggap pernikahan yang pernah saya jalani hanya salah satu ibadah besar yang pernah saya tunaikan selain naik haji. Tapi kalau ditanya apa ada niat menikah lagi, ogah ah. Kan sudah pernah. Naik haji aja yang wajib cuma sekali," ujar Ria kepada tabloid Bintang Indonesia pada 2004.

Setelah bercerai dengan Yuma, Ria Irawan kembali aktif syuting dan berkumpul dengan teman-temannya. Sejumlah lakon teater juga mengangkat namanya. Status janda tak jarang menimbulkan gosip. Beberapa kali ia diberitakan punya hubungan khusus dengan sejumlah lelaki. Misalnya saja Nicholas Saputra, lawan mainnya dalam film Biola Tak Berdawai, juga dengan penari yang dimanajerinya, Eko Pece. Tak mengherankan jika nama Ria Irawan selalu dikait-kaitkan dengan lelaki yang menjadi mitranya. Berdasarkan catatan masa lalunya, kekasih Ria beberapa di antaranya adalah mitra kerjanya, antara lain Jay Subijakto, Deddy Dhukun, dan Rizal Mantovani.

 

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi