Ernest Prakasa Memprediksi Film Horor Tahun Ini Masih Tren, Tahun Depan Menurun

Wayan Diananto | 29 Januari 2019 | 01:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Tahun 2019 baru saja dimulai. Ernest Prakasa (36) menutup 2018 dengan menempatkan film Milly&Mamet di peringkat ke-7 dalam daftar film Indonesia terlaris tahun lalu. Seperti diketahui, film Milly&Mamet merangkul 1,5 juta penonton lebih. Ernest Prakasa berharap jumlah penonton film Indonesia sebanyak atau melebihi tahun lalu yang mencapai 50 juta lebih. Jumlah ini terbanyak dalam sejarah film nasional.

Ernest Prakasa mengakui, dua tahun terakhir produksi film Indonesia, khususnya yang bergenre horor meningkat. "Setelah Danur: I Can See Ghosts dan Pengabdi Setan meledak, banyak film horor dibuat oleh rumah produksi besar maupun pendatang baru. Saya memperkirakan film horor tahun ini masih tren," ulas Ernest Prakasa kepada tabloidbintang.com di Jakarta, Minggu (27/1) kemarin.

Dua tahun terakhir, film horor berbudget menengah yang diproduksi rumah produksi besar dengan muda meraup setengah juta penonton lebih. Rasuk yang dibintangi Shandy Aulia mengumpulkan 900 ribu penonton lebih. Silam yang dilempar ke pasar akhir tahun lalu diam-diam menyerap 800 ribu penonton lebih. Ini, kata Ernest Prakasa, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap genre memedi. Bagaimana dengan tahun depan?

"Menurut saya produksi genre horor lokal tahun depan akan turun, tidak setinggi tahun lalu atau tahun ini," terang Ernest Prakasa seraya menambahkan, meski horor tahun ini tetap mendominasi, masih ada ruang untuk drama dan komedi. "Drama remaja dan komedi punya kans untuk ramai dan mendulang jutaan penonton. Saya sendiri belum berniat menyutradarai film horor tulen, sih," Ernest Prakasa mengakhiri perbincangan.

Penulis : Wayan Diananto
Editor : Wayan Diananto