Programnya Ditegur KPI karena Adegan Ciuman, Rina Nose Pertanyakan Hal Ini

Christiya Dika Handayani | 17 Mei 2019 | 13:45 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Program yang dipandu Rina Nose bertajuk Comedy Traveler mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Dikutip dari keterangan yang tertulis di postingan Instagram @kpipusat, program yang tayang di Trans TV itu ditegur lantaran menyiarkan adegan ciuman bibir seorang pria dan wanita.

Hal tersebut dianggap melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI. Sehingga KPI memutuskan untuk memberi sanksi Teguran Tertulis pada program siaran tersebut.

"KPI Beri Sanksi 'Comedy Traveler' Trans TV Karena Siarkan Adegan Ciuman Bibir. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memutuskan memberi sanksi Teguran Tertulis kepada program siaran 'Comedy Traveler' di Trans TV," begitu keterangan yang tertulis di postingan yang dibagikan, Selasa (14/5).

"Program acara ini kedapatan melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI karena menampilkan adegan seorang pria dan wanita berciuman (Selengkapnya: http://bit.ly/2vU3gmO)," tandas akun tersebut.

Melihat unggahan akun resmi KPI Pusat itu, Rina Nose pun memberikan komentarnya. Komedian bernama asli Nurina Permata Putri ini mempertanyakan kesalahan programnya sehingga bisa mendapat teguran dengan meminta penjelasan dari makna kata ciuman.

"Min, mohon pencerahan.. dalam bahasa Indonesia, kata 'cium', 'ciuman', 'berciuman', 'kecup' itu beda makna ga min?" tulis Rina Nose di kolom komentar akun tersebut.

Sayangnya, pertanyaan Rina Nose tak mendapat balasan dari KPI Pusat. Terkait adegan ciuman itu, sejumlah netizen pun ikut memberikan komentarnya. Mereka malah mempertanyakan mengapa KPI tak memberikan teguran pada sinetron-sinetron di televisi yang justru terang-terangan menampilkan adegan kekerasan yang dianggap merusak moral.

"Sinetron yang gak mendidik kasi teguran juga min, pusing liat tv skrng," komentar netizen.

"Kapan ya sinetron yang bermasalah ada adegan kekerasan, merusak rumah tangga orang, dan merusak moral juga dihentikan?" kata netizen lain.

"Sinetron gmn min?? Mengajarkan selingkuh, pelakor,pebinor numpuk, ngajarin adegan kejahatan, malah RS dijadikan lokasi dilakukan kejahatan yg harusnya gak boleh bisa ditiru @kpipusat," timpal netizen lainnya.

(dika/bin)

Penulis : Christiya Dika Handayani
Editor : Christiya Dika Handayani