Sinopsis Dari Jendela SMP SCTV Hari Ini Senin 3 Agustus 2020

Binsar Hutapea | 3 Agustus 2020 | 15:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Sinopsis Dari Jendela SMP SCTV Hari Ini Senin 3 Agustus 2020

Gina pulang. Suti langsung berondong Gina sama pertanyaan, mana pacarnya. Apa dia jadi melamar Gina. Suti tak sabar bertemu dia. Gina bilang agar ibunya bersabar. Gina bilang nanti sepertinya waktunya belum cukup.

Joko kesakitan. Cedera di tangannya. Tapi ia menahannya. Ia tak apa-apa. Mobil yang menabrak sopirnya keluar. Karena dia tak salah. Joko CS yang muncul tiba-tiba. Apa kalian mau bikin saya celaka? Joko minta maaf.

Celine panik disini. Karena rumah kosong. Tak ada Wulan, Santi dan para bayi. Ke mana semua orang. Santi minta maaf. Ia terpaksa berbohong. Dengan alasan bawa bayi jalan-jalan. Karena mereka rewel ada di rumah.

Santi ajak semua kembali. Joko tertatih tatih. Pegang tangannya yang sakit. Lili thau dan mendekat. Sengaja mengintili Joko jalan di belakang. Lili pegang tangan Joko. Joko kesakitan. Tapi berusaha menahannya.

Celine menunggu dengan cemas. Joko CS tiba. Wulan dan Santi kasih kedua bayi pada Celine. Celine senang mereka baik-baik saja. Rio dan Helen malah menangis karena tak di gendong lagi sama Wulan dan Santi.

Santi kasih duit Wulan. Kenapa di kasih semua. Santi bilang sejak awal ini hak Wulan. Dia cuma bantu. Wulan tak mau. Kan Santi juga kerja keras. Mereka berbagi. Santi tak mau. Wulan lebih butuh.

Joko dan Wulan benar benar bersyukur. Paling enggak usaha kumpulkan uang sudah mulai ada hasil, walaupun masih jauh. "Kalau kita ikhtiar ada jalan kan?" kata Joko. Wulan mengangguk.

Lukman capek luar biasa. Ia menghitung uang hasil taksi onlinenya. Ketahuan Satria dan Wulan. Lukman kaget takut anak-anaknya malu. Tapi Wulan dan Satria peluk Lukman. Mereka enggak malu sama sekali.

Joko lagi salat. Lagi berdoa. Minta petunjuk pada Allah. Apa yang sebaiknya Joko lakukan. Joko tak mau orang membencinya lagi. Atau terluka gara-gara dia. Joko lebih tersiksa melihat itu. Joko sedih.

Lili tercenung. Merasa gelisah. Ia tak bisa tidur. Irfan pulang. Irfan bilang sama Lili, kalau besok ia akan urus kepindahan Lili bersama Prapto. Urus semua adminitrasinya. Lili mengangguk saja. Tapi hatinya tak tenang.

Penulis : Binsar Hutapea
Editor : Binsar Hutapea