Akal-akalan YouTubers, Syah Saja Asal Tak Menyesatkan

Mas Soegeng | 5 Agustus 2020 | 13:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Ada dua penghasilan bagi seorang pengisi YouTube yang biasa disebut Content Creator, yakni iklan yang tayang di video atau dari endrosment brand melalui Youtube. Sebagai pengisi YouTube- selanjutnya sebut saja - YouTubers, wajib hukumnya selalu meningkatkan jumlah pelanggan ( subscriber), penonton, likes dan comment. Lewat reaksi inilah program YouTubers terus berlanjut ditonton dan mendapatkan upahnya. Kemungkinan terburuknya akan mati karena tak ada penonton.

Jangan dikira reaksi dari pelanggan, penonton, likes atau comment dibiarkan begitu saja, lalu Anda berkhayal bisa melahirkan banyak reaksi seperti yang dilakukan para artis. Reaksi dari YouTuber harus dilakukan aksi melalui berbagai cara. Dari cara yang biasa sampai cara-cara rekayasa. Ini di luar cara-cara artis ( cara ngartis). Sebab di manapun, seorang artis memiliki penggemar tersendiri. Semakin namanya populer, penggemarnya akan banyak. Yang membedakan adalah soal kualitas. Banyak artis tetap mempertahankan karakter dirinya dan tidak peduli berapa pelanggannya, karena menjaga nama baik. Namun ada juga beberapa artis yang mengisi kanal Youtubenya dengan rekayasa, dibuat-buat yang sesungguhnya pelan tapi pasti akan membawanya ke jurang dislike atau tak disukai penggemarnya. Untuk kasus seperti ini sudah banyak contohnya.

Untuk memperoleh reaksi dari calon penonton, likes atau comment, seorang YouTuber harus menjadi dirinya sendiri. Ia punya kewajiban mengisi kanalnya dengan tema yang konsisten. Penonton datang, menyukai atau mengomentari tayangan Anda karena mereka ingin mendapatkan sesuatu melalui ciri khas ( karakter atau jati diri) dan tema yang anda usung. Jika Anda mengisi kanal dengan tema travel ( perjalanan) lalu membuat tema feisyen, atau melawak, Anda akan ditinggalkan penonton.

Pelanggan bingung dan meninggalkan Anda, mencari yang ia butuhkan. Begitu juga tatkala tayangan Anda berlama-lama, membosankan, juga akan ditinggalkan warganet. Paling lama pada menit pertama, Anda harus mampu membuat penonton tertegun dan terus mengikuti tayangan Anda. Anda harus memberi “sesuatu” pada detik-detik kritis tersebut. Jika tidak, nda juga akan ditinggalkan. Begitulah tabiat mahabenar nitizen. 

Buatlah content secara teratur dan terjadwal, sehingga penonton akan mengikuti irama kebiasaan anda. Mereka tahu persis kapan akan melihat program anda di Youtube dan akan menantikan dengan setia. Sekali dua kali anda tidak teratur, apalagi terlalu lama, anda akan ditinggalkan. Semakin banyak video diunggah, semakin teratur membuat content isi youtube, seseorang akan memperoleh hasilnya. Jangan lupa bahwa momentum, keunikan yang mampu menjadikan viral adalah langkah shortcut menuju banyak penggemar.

Siapa tak kenal lagu Baby Shark. Saat lagu ini populer, sebuah keluarga membuat tarian Baby Shark dan menjadi viral hingga memperoleh jutaan pelanggan; Seorang pemilik akun youtube Sobat Miskin Official melakukan cara aneh untuk memperoleh pelanggan. Ia mengunggah video berdurasi 2 jam 20 menit 52 detik tanpa melakukan apa-apa. Ia hanya duduk diam selama itu, tapi menjadi viral. Judulnya sangat menggoda “2 Jam Gak Ngapangapain”. Ia memperoleh 1,6 juta penonton lewat keunikannya. Ada juga video viral yang menggambarkan satu keluarga asyiek santap makan di bahu jalan tol Cipali. Lalu  ada video pernikahan viral saat mantan pacar mempelai pria datang pada pernikahan, sehingga menjadi kacau. Seorang sedang sholat lupa melepas helm juga viral dan banyak ditonton. Kemarin, saat Iedul Adha, seseorang mengunggah daging kurban yang bergerak-gerak sendiri, dan booom menjadi viral. Semua ditangkap lewat kamera dan diunggah cepat- cepat di Youtube.

Hal-hal unik, surprise dan aneh senantiasa menjadikan viral. Tapi sekali viral belaka tak bermanfaat. Anda harus menjaga kontinuitas content dan selalu berupaya cara menghasilkan pelanggan, penonton, likes atau comments.

Seorang Youtuber punya akal-akalan untuk memperoleh jutaan penonton. Ia membuat serial unik saat melakukan traveling gratis kemanapun ia pergi, lalu membuat tim buzzer YouTuber. Setiap kali mengunggah content, masing-masing buzzer berkomentar, menjadi pelanggan, like dan komentar. Bahkan di antara mereka saling berkomentar lucu-lucu soal tayangan ini. Akibatnya orang lain tertarik masuk ke dalam kanal itu dan ikut komentar atau menjadi pelanggan. Begitulah, hari demi hari tayangan itu akan memperoleh pelanggan, penonton, like dan comment sesuai yang diinginkan.

Semua akan-akalan ini syah-syah saja. Yang tidak syah dan menyesatkan adalah rekayasa content yang memberi pengaruh buruk pada penonton. Misalnya membuat konten konflik atau perseteruan. Selain tidak mendidik, ini juga tayangan di luar nalar sehat. Karena pengisi Youtube punya akal, sebaiknya memang menghindari tayangan rekayasa yang tidak menunjukkan bahwa pembuat memiliki akal sehat......

Mas Soegeng adalah Jurnalis senior
 

Penulis : Mas Soegeng
Editor : Mas Soegeng