Bikin Film Milly & Mamet, Ernest Prakasa Sempat Meragukan Ada Apa Dengan Cinta 2

Wayan Diananto Minggu, 2 Desember 2018 16:30:31
Garap film Milly & Mamet, Ernest Prakasa sempat meragukan Ada Apa Dengan Cinta 2. (Foto: Wayan Diananto)

TABLOIDBINTANG.COM - Ernest Prakasa (36) deg-degan. Bulan ini, ia merilis film Milly & Mamet, sempalan Ada Apa Dengan Cinta?. Ia lantas mengenang momen ketika bertemu Mira Lesmana untuk membahas proyek Milly & Mamet. Pertemuan yang berlangsung pada Maret tahun lalu itu membuat Ernest Prakasa merasa terhormat menjadi bagian dari semesta Ada Apa Dengan Cinta? yang fenomenal.

Menurut Ernest Prakasa, bisa dibilang 90 persen pencinta film Indonesia mengenal dan pernah menonton Ada Apa Dengan Cinta? dan sekuelnya. "Jujur saat Ada Apa Dengan Cinta 2 dibuat, saya sempat skeptis. Orang yang menonton AADC? tahun 2002 sekarang sudah tua, berkarier, dan mungkin berkeluarga. Sementara remaja yang sekarang apa iya akan tertarik dengan AADC2, mengingat mereka belum tentu terkoneksi dengan Cinta dan Rangga," aku Ernest Prakasa.

Ternyata, jumlah penonton AADC2 mencapai 3,6 juta lebih padahal dirilis pada minggu yang sama dengan Captain America: Civil War. Ernest Prakasa menyimpulkan, brand AADC? sangat kuat. Bisa jadi AADC? brand film Indonesia terkuat saat ini. Ketika ditawari proyek Milly & Mamet, Ernest Prakasa menanyakan alasan Mira Lesmana memilihnya.

"Mbak Mira bilang, ia suka dengan film Cek Toko Sebelah dan ingin Milly & Mamet menjadi seperti itu yakni, drama keluarga dengan sentuhan komedi. Saya kemudian bertanya apa yang boleh dan tidak boleh saat mengerjakan Milly & Mamet. Lalu jika melibatkan Geng Cinta, sejauh mana intervensi mereka dalam kisah ini," terang Ernest Prakasa ketika berkunjung ke kantor tabloidbintang.com di Jakarta, Jumat (30/11) kemarin.

Penulis Wayan Diananto
Editor Wayan Diananto
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.