Antologi Rasa Film Cinta Segitiga yang Mewakili Karakter Herjunot Ali

Supriyanto Jumat, 4 Januari 2019 21:45:06
Herjunot Ali main di film Antologi Rasa (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Soraya Intercine Films kembali menggandeng sutradara Rizal Mantovani menggarap film drama romantis Antologi Rasa yang diadaptasi dari novel laris karya Ika Natassa, dibintangi Herjunot Ali.

Meski dari novel, Antologi Rasa tidak 100 persen memiliki kemiripan cerita. Film yang dibintangi Herjunot Ali, Carissa Perusset, Refal Hady, Atikah Suhaime dan Angel Pieters itu bukan sekadar copy paste, melainkan penggambaran perasaan pembaca.

"Sebagai penulis aku selalu percaya proses adaptasi bukan copy paste, yang kita pindahkan adalah perasaan seseorang ketika membaca novelnya," kata Ika Natassa dalam jumpa pers di Kantor Soraya Intercine Films, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/1).

Antologi Rasa bercerita tentang cinta di tengah persahabatan tiga manusia yang dibalut dalam kehidupan metropolitan.

Keara (Carissa Perusset) yakin bahwa Ruly yang dinantikannya selama 4 tahun adalah cinta sejatinya. Sedangkan Ruly mencintai wanita lain, teman sekantor yang sudah menikah. Harris pun yakin Keara adalah cinta sejatinya meski Keara hanya menganggapnya sahabat.

Herjunot Ali mengungkap, Antologi Rasa adalah film yang sesuai dengan karakternya.

"Antologi Rasa bisa dibilang ini film yang saya banget, karena maksudnya tahunnya jelas tahun 2019, dan main juga nggak begitu terlalu narik karakter yang susah-susah banget, main juga sama anak-anak muda," kata Herjunot Ali.

Rencananya, film drama romantis itu akan tayang di bioskop tepat di hari kasih sayang, 14 Februari 2019 memdatang.

(pri)
 

Penulis Supriyanto
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.