Kebahagiaan Indro Warkop Ternoda Somasi

Yohanes Adi Pamungkas | 17 September 2017 | 06:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Indro tak henti mengucap syukur atas sambutan masyarakat terhadap Jangkrik Boss! Part 2. Hatinya bungah. Wajahnya semringah.

Sayang, kebahagiaan itu lekas ternoda. Kamis (7/9) lalu, Adila Destri Yulinor (28) tiba-tiba muncul ke muka publik sambil meminta hak warisan yang seharusnya menjadi milik ayahnya, almarhum Bambang Setioyudo.

Bambang merupakan saudara angkat Indro. Adila menduga Indro mengambil jatah warisan yang sudah dibagikan ibu angkat Bambang-Indro, Raden Ajeng Soesila, yang mangkat pada 27 Oktober 1977. Menunjukkan keseriusannya, Adila tampil di hadapan wartawan bersama pengacara, Acong Latif, S.H.

Siang itu, Adila membacakan surat somasi yang ia tujukan kepada Indro di Menteng, Jakarta Pusat. Inti somasi sebanyak 1,5 halaman itu, Adila sebagai putri tunggal Bambang dan cucu angkat Raden Ajeng Soesila memiliki hak untuk menikmati warisan yang pindah tangan sejak kepergian Bambang pada 22 Juli 2001. Sayangnya ketika membacakan somasi itu, Adila tak membawa bukti-bukti yang menjelaskan pembagian harta warisan sang ibu angkat.

 

“Bukti berupa dokumen tersimpan di rumah. Peninggalan berupa foto-foto kebersamaan Papa dengan Eyang dan Om Indro juga masih ada,” Adila menjelaskan. Sebelumnya, hubungan keluarga Adila dengan Indro baik-baik saja. Bambang bersama istrinya, Lince, dan Adila tinggal di rumah peninggalan Soesila di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta. 

Keluarga Indro maupun Bambang saling menjaga silaturahmi. Namun semuanya berubah ketika Bambang meninggal. “Om Indro mengusirku dan Mama dari rumah itu. Katanya, rumah itu mau dikontrakkan,” Adila mengenang. Adila dan ibunya kemudian angkat kaki dari Menteng. 

Adila melanjutkan, faktanya rumah itu bukannya dikontrakkan, melainkan malah ditinggali oleh sepupu Indro bersama suami dan anaknya sampai sekarang. Sejak Bambang wafat, sebenarnya Adila beberapa kali mendatangi kediaman Indro untuk meminta bantuan biaya sekolah. Namun hasil dari setiap kedatangannya itu, Adila pulang dengan tangan hampa. 

“Aku ditolak saat mau bertemu dengan Om Indro. Kata keluarganya, Om Indro sedang keluar kota atau tidur, jadi enggak bisa diganggu,” bilang Adila. Gagal bertatap muka, ia mencoba menghubungi Indro dengan cara lain. Adila mengontak Indro lewat ponsel dan mengirim pesan singkat. Sayang, telepon dan pesan singkat itu tidak mendapat tanggapan. Lelah, akhirnya Adila memutuskan menata hidup bersama ibu hingga ia beranjak dewasa. Adila kemudian mencari uang sendiri.    

“Aku bekerja serabutan, lebih sering menjadi sales promotion girl (SPG), itu juga kalau ada event,” beri tahu Adila yang kini berumah tangga dan dikaruniai seorang anak. Ibunya ikut tinggal bersamanya dan keluarga di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. 
Dalam kesempatan itu, Adila membantah mencari panggung mumpung Indro tengah mengangkasa bersama Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2.

“Aku enggak mencari sensasi. Kebetulan momennya bersamaan. Aku baru tahu juga film Om Indro tayang sekarang di bioskop,” tepis dia. 

Jumat (8/9), kuasa hukum Adila mengirim surat permintaan kepada Indro agar menemui Adila. Dalam pertemuan itu, akan dibahas masalah warisan. Jika Indro merespons positif, sengketa warisan akan diselesaikan secara kekeluargaan. Jika Indro tak merespons, Adila mengancam memolisikannya. Misi yang dibidik Adila, rumah di Jalan Borobudur itu dikembalikan Indro. 

Setengah jam setelah Adila membacakan surat somasi, kami menghubungi Indro. Komedian itu mengaku sudah mendengar polah Adila di Menteng.

“Saya sudah mendengar itu, tapi enggak jelas banget,” ungkap Indro. Sampai Kamis (7/9) sore, Indro mengaku belum bisa berbuat banyak mengingat ia belum menerima permintaan hitam di atas putih dari kubu Adilla.

“Kalau memang mau somasi, ya saya menunggu apa yang mau disomasi. Karenanya, saya belum bisa meluruskan atau menjawab apa-apa (terkait kasus ini),” sambung dia. Ia yakin, tak melakukan apa-apa yang menyakiti kerabat maupun sahabat. “Insya Allah, saya sabar. (Selama ini), hidup saya lurus-lurus saja. Terima kasih untuk dukungannya,” pungkas Indro.

 

(han / gur)

 

Penulis : Yohanes Adi Pamungkas
Editor : Yohanes Adi Pamungkas