Bom Meledak di Kabul, Joe Biden: Kami Tidak Akan Memaafkan, Kami Akan Memburu Mereka

Redaksi | 27 Agustus 2021 | 10:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Saat Amerika Serikat berpacu melawan waktu untuk mengevakuasi warganya dari Afghanistas setelah Taliban kembali berkuasa, bom meledak di Kabul, menewarkan 12 tentara Amerika dan puluhan warga sipil. Aksi bom di bandara Hamid Karzai International Airport ini sangat mengejutkan dan mengguncang Amerika. Presiden Amerika Joe Biden memberikan pernyataan terkait peristiwa ini.

"Hari yang berat. Malam ini di Kabul, seperti yang Anda semua tahu, teroris menyerang — yang telah kita bicarakan dan khawatirkan, yang dinilai oleh komunitas intelijen telah dilakukan — serangan — oleh kelompok yang dikenal sebagai ISIS-K — mengambil alih nyawa anggota layanan Amerika yang berjaga di bandara, dan melukai beberapa orang lainnya dengan serius. Mereka juga melukai sejumlah warga sipil, dan warga sipil juga tewas," kata Presiden Amerika Jo Biden, seperti dikutip dari laman resmi Gedung Putih, whitehouse.gov.

"Anggota layanan Amerika ini yang memberikan hidup mereka, mereka adalah pahlawan. Pahlawan yang telah terlibat dalam misi berbahaya tanpa pamrih untuk menyelamatkan nyawa orang lain," kata Joe Biden lagi.

"Mereka adalah bagian dari pengangkutan udara, upaya evakuasi yang tidak pernah terlihat dalam sejarah, dengan lebih dari 100.000 warga Amerika, mitra Amerika, warga Afghanistan yang membantu kami, dan lainnya dibawa ke tempat yang aman dalam 11 hari terakhir. Hanya dalam 12 jam terakhir, 7.000 lainnya telah keluar," jelasnya.

"Nyawa yang hilang hari ini adalah nyawa yang diberikan demi kebebasan, demi keamanan, demi kepentingan orang lain, demi Amerika. Seperti saudara-saudara seperjuangan mereka yang tewas membela visi dan nilai-nilai kita dalam perjuangan melawan terorisme, mereka adalah bagian dari kumpulan pahlawan Amerika yang hebat dan mulia," kata Joe Biden.

"Kepada mereka yang melakukan serangan ini, serta siapa pun yang ingin membahayakan Amerika, ketahuilah ini: Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan lupa. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar. Saya akan membela kepentingan kami dan rakyat kami dengan segala tindakan atas perintah saya," tegas Joe Biden.

 

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi