Mengenal Ekonomi Sirkular Ramah Lingkungan, Termasuk Efisiensi Produksi Hulu Hingga Hilir

Redaksi | 31 Agustus 2022 | 01:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Kampanye ramah lingkungan terus didengungkan. Tak hanya kalangan selebritas tapi juga mereka yang bergerak di sektor industri. Salah satunya, lewat konsep ekonomi sirkular yang berkaitan dengan salah satu kebijakan Kementerian Perindustrian RI, yakni industri hijau. Implementasi industri hijau mengupayakan efisiensi dan efektivitas terhadap penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga menyeleraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta bermanfaat bagi masyarakat.

Kebijakan ini disambut hangat berbagai pihak termasuk PT Ajinomoto Indonesia. Salah satu pabriknya di Mojokerto, Jawa Timur, melakukan berbagai upaya untuk mencapai Zero Waste  dengan mengurangi emisi karbon, konsumsi air, menerapkan Bio-Cycle dan Eco-Activity, yang menghasilkan produk samping seperti Pupuk Ajifol, Amina, serta bahan baku pakan ternak FML. Selain itu, peningkatan pengelolaan air limbah supaya ketika disalurkan ke Sungai Brantas, kualitas airnya lebih baik sekaligus bersih.

“Kami melakukan praktik ekonomi sirkular sejak 2009. Kami selalu mempertahankan dan meningkatkan efisiensi produksi dari hulu hingga hilir pada proses produksi yang ada. Di hulu, kami menekan penggunaan raw materials untuk meningkatkan produktivitas. Hingga mencapai hilir, kami menghasilkan produk samping bernilai jual dan bisa diaplikasikan di bidang pertanian serta peternakan. Selain itu, di Agriculture Development Department, kami mengolah produk samping dalam bentuk padat. Misalnya, menjadi pembenah tanah GCC Mix, material pakan ternak TRITAN, dan lain-lain,” kata Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Yudho Koesbandryo, lewat siaran pers yang kami terima pekan ini.

Ajinomoto berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan air hingga 31 persen, dari based line tahun 2016. Salah satu caranya, meningkatkan kualitas air di level produksi. Ini juga untuk menjaga ketersediaan air dalam skala regional sehingga mengatasi keterbatasan sumber daya air akibat peningkatan konsumsi terutama saat pandemi.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi