Ketika Hanung Bramantyo Mencapai Puncak Karirnya sebagai Sutradara

Administrator | 10 Desember 2013 | 10:34 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - SEMPAT dihadang konflik dan masalah hukum, film Soekarno: Indonesia Merdeka akhirnya diputuskan untuk tetap beredar.

Usai diputar di hadapan wartawan dan sejumlah tamu penting pada Senin (9/12) kemarin, film garapan sutradara Hanung Bramantyo itu bakal diputar serentak di seluruh Indonesia pada 11 Desember 2013 (11-12-13).

Buat Hanung, film ini memiliki arti yang luar biasa besar dalam karirnya. Bukan hanya kesulitan dalam proses penggarapan, tapi juga karena menyangkut sejarah seorang pencetus kemerdekaan Bangsa Indonesia.

"Ini puncak prestasi saya, puncak karir saya, yang membuat saya punya kesempatan untuk bikin film bapaknya Indonesia," Hanung memberi kata sambutan, beberapa saat sebelum filmnya diputar.

Kesulitan terbesar bagi Hanung adalah mencari gambaran yang paling mendekati dengan sosok Soekarno aslinya.

Sebab, berbagai sumber yang dia dapat, memiliki cerita yang berbeda-beda. Ada yang sangat memuja sosok Soekarno, tapi di saat bersamaan tak sedikit pula yang terkesan sinis.

"Intinya, saya ingin mengembalikan Sukarno sebagai founding father, titik. Tidak ada bung Karno, tidak ada Indonesia," tegasnya.

Hanung secara khusus mempersembahkan hasil kerja kerasnya kali ini kepada almarhum ayah tercintanya yang belum lama ini meninggal dunia.

"Saya persembahkan film ini untuk bapak saya yang seminggu lalu berpulang. Dan untuk bapak-bapak di seluruh Indonesia, karena ini bapak bangsa kita," tutupnya.

(ari/gur)

Penulis : Administrator
Editor : Administrator