Dihujat Setiap Rilis Lagu Baru, Via Vallen Ungkap Kekesalannya di Instagram

Christiya Dika Handayani | 5 April 2019 | 15:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Via Vallen tampaknya sudah tak mampu lagi menahan kesabarannya. Via gerah terus menuai hujatan demi hujatan setiap merilis lagu baru. Penyanyi berusia 27 tahun ini lantas mengungkap isi hatinya lewat postingan di Instagramnya.

"Nyanyi'in lagu orang dihujat dibilang RATU COVER (padahal cover itu sah sah aja dan yang suka cover di Indonesia gak cuma akuu, tapi buanyaaakkk)," tulis Via Vallen di Instagram Stories-nya, Kamis (4/4).

Tak hanya menuai kritik dengan meng-cover lagu, Via Vallen juga menumpahkan kegelisahannya saat tetap menjadi sasaran makian netizen ketika menyanyikan lagu ciptaan orang lain atau saat dirinya menyanyikan lagu yang diciptakan dan diproduksinya sendiri.

Diketahui, 1 April 2019 lalu, Via baru saja merilis lagu barunya berjudul "Ketika". Video klip lagunya yang dirilis lewat YouTube ini bahkan telah ditonton lebih dari 2,8 juta kali.

"Nyanyi'in lagu baru yg diciptain orang lain dibilang bukan lagunya sendiri (padahal penyanyi ya tugasnya nyanyi bukan bikin lagu, meskipun ada beberapa yang bisa bikin lagu sendiri juga, termasuk saya dengan JERIT ATIKU tahun lalu)," sambungnya.

 

"Sekarang release lagu sendiri, diproduserin sendiri pun dihujat pula. Yang katanya plagiat inilah, enakan inilah itulah. (jadi bingung ini sing salah aku apa pikiran mereka yang hatinya udah kotor karena penuh kebencian ya???)," tambah Via.

Via mengaku tak memaksakan orang lain untuk menyukai karyanya, akan tetapi setidaknya ia meminta untuk menghargai karyanya. Jika memang ingin berpendapat, maka berpendapat dengan kritik yang membangun agar bisa berkarya dengan lebih baik lagi.

"Aku gak maksa kalian buat suka sama karyaku kok setidaknya hargain aja karyaku yang kata kalian gak enak ini dengan cukup tidak usah didengar aja, kalopun ga sengaja dengar terus gatel pengin ngomentarin mbok ya kritik yang membangun aja biar aku bisa berkarya lebih baik lagi," terang Via.

"Jangan malah alesan kritik tapi isinya kek orang yang dendam kesumat gitu. Alesannya ini negara demokrasi makanya bebas berpendapat, iya bebas tapi mbok ya bahasane sing enakk wong aslinya haters ae kok pake berkedok netijen biar aman tahh," pungkas Via Vallen.

(dika/bin)

Penulis : Christiya Dika Handayani
Editor : Christiya Dika Handayani