RESENSI FILM 47 Meters Down: Uncaged, Teror Hiu yang Penuh Kejutan

Panditio Rayendra | 22 Agustus 2019 | 13:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Sekuel film 47 Meters Down, berjudul 47 Meters Down Uncaged, segera hadir di bioskop Indonesia. Ketegangan sekelompok gadis muda bertahan hidup dari keganasan hiu, menjadi suguhan utama 47 Meters Down Uncaged.

Film 47 Meters Down Uncaged menceritakan tentang Mia (Sophie Nelisse) dan Sasha (Corinne Fox), teman satu sekolah yang juga saudara tiri yang tidak akur. Mia kerap dirundung di sekolahnya, namun Sasha tak mau membantunya dan enggan mengakui Mia sebagai saudara.

Grant (John Corbett), ayah Mia, mengatur acara liburan untuk putrinya dan Sasha. Sasha awalnya menolak. Namun ibunda Sasha, Jennifer (Nia Long), meyakinkan putrinya untuk pergi bersama Mia, yang oleh Jennifer sudah dianggap seperti putrinya sendiri.

Di hari acara wisata, Sasha malah kabur bersama dua sahabatnya, Nicole (Sistine Stallone) dan Alexa (Brianne Tju) untuk menyelam di situs goa bawah laut yang tak banyak diketahui orang. Awalnya semua terasa menyenangkan, sampai mereka diteror hiu putih raksasa di sana.

Dari segi karakter, 47 Meters Down Uncaged memang tidak ada hubungan dengan 47 Meters Down yang rilis 2017. Namun ada elemen penting yang serupa selain hiu, yaitu hubungan saudara perempuan dan lokasi menyelam yang berada di Meksiko.

Dilihat dari cerita, 47 Meters Down Uncaged yang naskahnya ditulis Johannes Roberts (yang juga sebagai sutradara) dan Ernest Riera tidak menawarkan hal yang baru. Untuk film tentang bertahan hidup, Anda mungkin bisa membaca siapa yang selamat dan tidak, bahkan mungkin urutannya. Pengambilan gambar yang mayoritas di dalam air memang menjadi daya tarik namun terlihat membingungkan ketika harus membedakan empat karakter yang memakai oksigen.

Yang membuat 47 Meters Down Uncaged menjadi menarik adalah penempatan kejutan yang tak mudah ditebak. Baik itu serangan hiu atau ‘gangguan’ lain yang dialami oleh Mia dkk, diletakkan dengan tepat sasaran. Editing, permainan kamera dan ilustrasi musik juga mendukung momen-momen tegang dan vital dalam film berdurasi 89 menit ini.

(ray / ray)

Penulis : Panditio Rayendra
Editor : Panditio Rayendra