Kenali Jenis Pemeriksaan untuk Mendeteksi Kanker Payudara

Wayan Diananto | 8 Januari 2017 | 18:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Kanker payudara yang diidap aktris Yana Zein membuat kaum hawa kembali berkaca akan pentingnya mendeteksi sel kanker dalam tubuh.

Ada banyak pemeriksaan yang bisa kita jalani untuk memastikan ada tidaknya sel kanker di badan kita. Kalau pun ada, setidaknya keberadaan sel-sel itu terdeteksi sejak awal. Sehingga, kemungkinan Anda sembuh lebih besar. 

Dr. M. Yadi Permana, SpB(K)Onk dari Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta menyebut sejumlah pemeriksaan yang patut dijajaki. Pertama, mamografi. Perkembangan teknologi gubah wajah mamografi menjadi lebih ramah terhadap perempuan. Kini ada digital mamografi. Tekanannya tidak kencang dan tidak menimbulkan bekas pada tubuh Anda.

Pemeriksaan lain, ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini, kata Yadi, diperuntukkan terutama bagi Anda yang berusia di bawah 30 tahun.

“Kita berbicara kepadatan payudara. Pada usia 30 tahun ke bawah, payudara masih padat. Kalau menggunakan mamografi, ketajaman hasil pemeriksaan akan kabur. USG diperlukan untuk mengecek apakah benjolan pada payudara yang padat itu cikal bakal kanker atau kista yang terisi cairan. Itu hanya bisa dibedakan dengan USG,” ulas Yadi. 

Untuk memastikan bejolan di payudara kanker atau bukan Anda bisa menjalani pemeriksaan lain yakni biopsi. Biopsi adalah pengambilan jaringan dari payudara. Yang paling ringan, biopsi jarum halus. Namun akurasi, sensitivitas, dan spesifikasinya kalah akurat jika dibandingkan dengan teknik core biopsi. Core biopsi menggunakan jarum lebih besar sehingga bisa mendapatkan bagian jaringan payudara lebih banyak. Tingkat akurasinya mencapai 100 persen. 

“Ada lagi pemeriksaan biopsi yang dikerjakan di tengah operasi. Misalnya, pasien mengidap benjolan 3 cm. Benjolan itu diangkat lalu dilakukan pemeriksaan potong beku. Kalau setelah dicek ternyata kanker, maka tim medis akan menimbang dua kemungkinan terkait jenis operasi. Apakah memungkinkan untuk tidak diangkat seluruh payudara pasien atau harus diangkat seluruhnya saat itu juga,” ujar Yadi di Jakarta, pekan lalu.

 

(wyn/gur)

 

Penulis : Wayan Diananto
Editor : Wayan Diananto