Menilik Perkembangan Teknologi Laser dan Manfaatnya di Bidang Kesehatan, Apa Saja?

Yoga Prakoso | 11 September 2021 | 04:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Kita sudah sering mendengar kata laser. Di bidang kesehatan, ia bukan hal tabu maupun barang baru. Dulu laser hanya dianggap sebagai pisau bedah yang sangat presisi. Sekarang, laser bisa untuk memodulasi proses biologi dan kimiawi di tubuh manusia. Ini disampaikan dr. Amaranila Lalita Drijono, MD (Derms), FINS-DV, FAA-DV dari RS Premier Bintaro dalam webinar “Inovasi Tindakan Laser dalam Dunia Kedokteran” yang digelar Sabtu (11/9/2021). Laser masuk di kelompok visible light atau sinar kasat mata. Laser sendiri singkatan dari light amplification stimulated emission radiation.

“Karakteristik laser sangat terkontrol, koheren, kolimasi arahnya paralel. Ia monokromatik jadi kita bisa pilih mau panjang gelombang yang mana. Pilih satu lalu tentukan targetnya. Misalnya, pigmen atau melamin. Jadi laser kita pakai untuk menghancurkan pigmen yang tidak kita sukai di kulit,” kata Amaranila. Masing-masing panjang gelombang yang dipakai punya kromofor target. Misalnya menyasar kandungan air dalam lapisan kulit. Kalau kulit itu sudah sangat kering, kandungan airnya kurang, maka laser itu jadi kurang berfungsi.

Yang juga harus diingat, setiap panjang gelombang punya penetrasi berbeda. Misalnya, mau menargetkan kena pembuluh darah atau lemak, tapi kita memilih laser karbondioksida yang belum dimanipulasi dengan teknologi. Maka, sinar ini tidak akan bisa mencapai lemak karena panjang gelombangnya dangkal. Lebih lanjut, laser bukan hanya mengurusi aspek estetika. Amaranila menyebut, laser di bidang dermatologi bisa buat menangani birth mark atau tanda lahir. Saat laser belum ditemukan, pasien dengan tanda lahir dioperasi dengan pisau bedah.

“Ada tindakan mutilasi istilahnya, plus masa penyembuhan lama. Belum lagi kalau kulit yang diangkat luas, dokter harus mengikis itu dengan pisau bedah lalu menggantinya dengan kulit dari bagian tubuh lain. Tentu itu menyakitkan,” Amaranila menjelaskan. Seiring kemajuan teknologi, laser memainkan banyak peran untuk pasien dengan gangguan kesehatan beragam. Meski canggih dan menjanjikan, Amaranila mengingatkan bahwa laser bukan magic. Maka, ekspektasi pasien harus diatur dan punya reliable diagsosis.

“Selain itu, jangan hanya satu modalitas. Yang terbaik adalah kombinasi. Tidak ada satu alat kedokteran yang superior. Jadi bisa pakai beberapa obat yang kita masukkan berbareng dengan saat kita mengerjakan laser. Ini akan sangat membantu pasien mencapai harapan. Kombinasikan dengan terapi pengobatan yang lain,” imbuh Amaranila. Dalam webinar ini, CEO RS Premier Bintaro, dr. Martha M.L. Siahaan, MARS MHKes, mengatakan bahwa tindakan laser tidak terbatas hanya pelayanan kesehatan kulit.

“Banyak indikasi laser multiplatform yang saat ini dikembangkan di RS Premier Bintaro. Bukan hanya untuk kasus dermatologis, tapi juga untuk kasus lain. Misalnya di bidang Ilmu Kandungan dan Kebidanan, THT, perawatan luka bahkan masalah pembuluh darah seperti varises dan sebagainya,” kata Martha.

Penulis : Yoga Prakoso
Editor : Yoga Prakoso