Artis, Manajemen, dan Produser Deklarasikan Anti Narkoba

Supriyanto Kamis, 22 Pebruari 2018 18:55:36
Artis, manajemen, dan produser menandatangani deklarasi pemberantasan narkoba.

TABLOIDBINTANG.COM - Sejumlah artis, manajemen, dan produser datang memenuhi undangan Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (22/2) siang untuk menandatangani dan mendeklarasikan pemberantasan narkoba di lingkungan selebriti.

Publik figur yang hadir antara lain Ramzi, Stefan William, Ammar Zoni, Gilang Dirga beserta istri, Ely Sugigi, Mongol Stres, Ari Kriting, dan Mosidik.

Hadir juga Ketua Umum Imarindo (Ikatan Manajer Artis Indonesia) Nanda Persada, dan bos MD Entertainmen Manoj Punjabi.

Ramzi mengungkapkan, artis bisa hidup tanpa narkoba dengan semangat dan bekerja keras seperti yang selama ini dilakukannya.

"Saya setuju narkoba bukan lifestyle. Alhamdulillah, belasan tahun saya sama sekali tidak menggunakan narkoba. Sampai saat ini saya bisa mendapatkan pekerjaan dengan banyak pihak," ujar Ramzi saat menyampaikan sambutan mewakili artis di halaman Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Hal senada juga disampaikan Manoj Punjabi, menurutnya produser juga bertanggung jawab menjaga artis mereka dari jeratan narkoba.

"Kami punya tanggung jawab sebagai produser. Pakai narkoba itu bukan lifestyle. Pesan kami untuk masyarakat, say no to drugs," kata Manoj Punjabi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, yang ikut hadir mengatakan agar syuting film atau sinetron disesuaikan dengan daya tahan tubuh artis. Jadi narkoba bukan alasan yang dibenarkan untuk mengalihkan pekerjaa

"PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) bisa jadwalkan kegiatan syuting itu jangan sampai melebihi kapasitas daya tahan tubuh," ujar Argo Yuwono.

(pri / gur)


Penulis Supriyanto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.