Minta Film "Soekarno" Ditarik, Ibu-ibu dan Mahasiswa Demo di Kantor Multivision

Ari Kurniawan | 17 Desember 2013 | 13:31 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - KISRUH film Soekarno masih bergulir. Selasa (17/12 siang, massa berjumlah sekitar 50-an orang melakukan demonstrasi depan Multivision Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, kantor rumah produksi Multivision Plus (MVP) Pictures.

Massa yang menamakan diri "Masyarakat Cinta Bung Karno" itu meminta pemutaran film Soekarno dihentikan. Alasannya, tidak sesuai dengan sejarah.

"Jelas kalau di film itu tidak memperlihatkan semangat perjuangan Sukarno sebagai bapak bangsa," kata Marlo Sitompul, salah satu orator dalam demonstrasi tersebut.

Massa itu terdiri dari 20-an orang mahasiswa Universitas Bung Karno. Sementara sisanya adalah ibu-ibu dan juga beberapa pria paruh baya.

Dalam orasinya, Marlo memprotes sikap Multi yang tetap memutar film Soekarno meski sudah diminta untuk menghentikan oleh Pengadilan Niaga.

"Keluarga Sukarno secara Pengadilan Niaga sudah memenangkan agar film ini tidak ditayangkan. Tapi Multivision seperti kebal hukum, tidak mematuhi keputusan."

Demonstrasi sendiri hanya berlangsung sekitar 30 menit. Setelah membentangkan spanduk dan menyampaikan orasi, massa membubarkan diri dengan sendirinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, 11 Desember 2013 lalu Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan Penetapan Sementara yang isinya perintah untuk menarik naskah skenario dan master film Soekarno.

Pada 13 Desember, juru sita Pengadilan pun mendatangi Kantor Multivision untuk melakukan penyitaan.

Namun, pemutaran film Soekarno tetap dilanjutkan. Sebab, adegan yang menjadi dasar keberatan pihak Rachmawati Soekarnoputri selaku penggugat, tidak ada. Adegan yang dimaksud adalah saat Soekarno dipukul oleh tentara Jepang.

(ari/ade)

Penulis : Ari Kurniawan
Editor : Ari Kurniawan