Dijodohkan dengan Zara JKT48 di Film Berikutnya, Begini Reaksi Angga Yunanda

Panditio Rayendra | 12 Agustus 2019 | 16:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Angga Yunanda tak henti mengucap syukur atas pencapaian film Dua Garis Biru. Hingga artikel ini disusun, Dua Garis Biru merangkul 2,5 juta penonton lebih. Disinggung peluang Dua Garis Biru meraih 3 juta penonton, Angga Yunanda tak berani berharap lebih. Menurut Angga Yunanda, Dua Garis Biru tembus 2,5 juta pun rasa syukurnya tidak akan susut. Ini kali pertama bagi bintang film Mermaid In Love mencetak box office di atas sejuta penonton. Film Angga Yunanda sebelumnya, Sajen, tembus 700 ribu penoton lebih.

 


“Soal mencapai 3 juta penonton atau enggak saya kurang tahu. Dengan angka yang sekarang saja sudah jadi bonus lebih buat kami semua. Saya sama tim awalnya enggak menyangka bisa mendapat antusiasme penonton Indonesia. Karena bisa dibilang temanya berat dan enggak selalu related dengan semua orang. Karena setiap orang punya perspektif masing-masing apalagi ini isu yang sensitif,” sambung Angga Yunanda kepada tabloidbintang.com di Jakarta, belum lama ini.


Selain sambutan penonton, Angga Yunanda menyebut apresiasi dari mulut ke mulut memegang peran penting dalam membesarkan animo masyarakat terhadap Dua Garis Biru. Karenanya Angga Yunanda berterima kasih kepada awak media maupun pemerhati film yang memberi ulasan positif untuk Dua Garis Biru.

Selanjutnya, Angga Yunanda menyebut Dua Garis Biru sebagai pencapaian luar biasa dalam karier. Ke depan, bukan tidak mungkin para produser menjodohkannya kembali dengan Zara JKT48.


Ditanya soal dipasangkan dengan Zara JKT48 di film berikutnya, Angga Yunanda enggan menanggapi. “Enggak tahu, kalau buat sekarang saya enggak tahu proyek-proyek ke depannya apakah dijodohkan lagi dengan Zara JKT48. Jadi belum bisa berkomentar banyak,” beber Angga Yunanda. Ia menambahkan, “Semoga ada proyek layar lebar lain dengan harapan film saya ke depan membekas di hati penonton. Juga menjadi bekal batin di hati penonton. Saya ingin film saya tidak mudah dilupakan penonton.”

(ray / ray)

Penulis : Panditio Rayendra
Editor : Panditio Rayendra