Seks Anal, Berbahaya atau Oke Saja? Ini Risikonya

Redaksi | 15 September 2021 | 10:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Meski bukan isu baru, seks anal kembali menjadi pembicaraan setelah istri siri ayah Taqy Malik membuat pengakuan sering dipaksa melakukan seks anal. Seks anal adalah istilah yang digunakan untuk setiap aktivitas seksual yang melibatkan anus, baik pada pasangan wanita atau sesama pria.

Ada sementara pihak berpendapat, Anus yang penuh dengan ujung saraf, membuatnya sangat sensitif, dan banyak orang menganggap seks anal sesuatu yang oke-oke saja. Menurut laman webmd.com, diperkirakan 90% pria yang berhubungan seks dengan pria dan sebanyak 5% hingga 10% wanita yang aktif secara seksual melakukan hubungan seks anal. 

Tapi apakah melakukan seks anal aman? Seperti hampir semua bentuk aktivitas seks, seks anal memiliki risiko. Lapisan anus lebih tipis dari vagina, dan tidak memiliki pelumasan alami. Itu membuatnya jauh lebih rentan terhadap robek. Kondisi ini memungkinkan virus dan bakteri memasuki aliran darah. Ini dapat mencakup infeksi menular seksual, seperti HIV. 

Hubungan seks anal juga dapat meningkatkan risiko terkena human papillomavirus (HPV). HPV juga dapat menyebabkan perkembangan kutil dubur dan kanker dubur. Menggunakan pelumas dapat membantu, tapi tidak sepenuhnya mencegah robekan. Jaringan di dalam anus tidak memiliki perlindungan alami, yang membuatnya rentan terhadap robekan dan penyebaran infeksi.

Seperti kita semua tahu, anus yang dirancang untuk menahan kotoran, dikelilingi oleh otot seperti cincin, yang disebut sfingter anal, yang mengencang setelah kita buang air besar. Saat otot kencang, penetrasi anal bisa terasa menyakitkan dan sulit. Seks anal berulang dapat melemahkan sfingter anal, sehingga sulit menahan kotoran sampai Anda bisa ke toilet. 

Anus juga penuh dengan bakteri. Bakteri yang biasanya ada di anus berpotensi menginfeksi pasangan. Melakukan hubungan seks vaginal setelah seks anal juga dapat menyebabkan infeksi vagina dan saluran kemih. Pertimbangan risikonya bagi diri dan pasangan sebelum melakukan seks anal.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi