Prevalensi Anak Stunting di Kabupaten Tangerang Tumbuh 40 Persen

Panditio Rayendra | 25 Oktober 2019 | 09:45 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Data terkini Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyebut prevalensi stunting atau gagal tumbuh meningkat hingga 40 persen pada anak usia 2 tahun. Melesatnya jumlah anak stunting salah satunya dipicu perilaku buang air besar sembarangan. Ini menyebabkan air bersih terkontaminasi kemudian dikonsumsi masyarakat termasuk anak-anak. Data ini diungkap National Director Habitat for Humanity Indonesia, Susanto Samsudin, dalam penandatanganan kerja sama antara Herbalife Nutrition Foundation (HNF) dan Habitat for Humanity.


Kerja sama ini untuk menggerakkan program pembangunan fasilitas sanitasi sehat untuk memerangi stunting di Tanah Air. “Saat ini, 2.934 anak di Tangerang mengalami malnutrisi terutama Kecamatan Mauk sebagai salah satu wilayah layanan Habitat for Humanity. Selain itu per 2019, ada 2.796 keluarga yang tinggal di Kecamatan Mauk tak punya toilet atau fasilitas sanitasi yang layak. Kondisi ini memerlukan tindakan segera,” beri tahu Susanto kepada tabloidbintang.com di Jakarta Selatan, belum lama ini.


Melalui kemitraan dengan Habitat For Humanity, HNF mengucurkan dana 1,4 miliar rupiah untuk program peningkatan kualitas hidup masyarakat Kecamatan Mauk. Sebagai pilot project akan dibangun sebanyak 15 personal toilet untuk 15 keluarga, satu unit fasilitas air bersih untuk 75 keluarga, 4 toilet umum untuk 60 keluarga, satu unit toilet sekolah, dan pelatihan mencuci sehat untuk 200 masyarakat setempat. Program ini akan bergulir hingga 12 bulan ke depan.


Senior Director and General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi menjelaskan, kolaborasi ini ditempuh untuk membantu pemerintah Indonesia melawan masalah stunting pada anak sebagai akibat minimnya fasilitas sanitasi maupun MCK di Kecamatan Mauk, Tangerang. “Program ini dimulai November 2019 dan akan berakhir pada Oktober tahun depan,” beri tahu Andam Dewi.
 

(ray / ray)

 

Penulis : Panditio Rayendra
Editor: Panditio Rayendra
Berita Terkait