Tukang Becak Asal Cirebon Berbondong-bondong Bergerak ke Jakarta

TEMPO | 27 Januari 2018 | 00:15 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Tukang becak asal Kota Cirebon memutuskan hijrah ke Jakarta setelah adanya wacana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan membuka rute khusus untuk becak di Jakarta. Bersama rekan-rekannya sesama tukang becak di tempat asalnya, Kirno menyewa truk untuk mengangkut kendaraan roda tiga miliknya ke Jakarta. "Becak saya sudah berangkat semalam (Kamis malam)," kata Kirno saat ditemui di daerah Pancuran, Kota Cirebon, Jumat, 26 Januari 2018.

Setelah becak dikirim, Kirno dan teman-temannya akan menyusul berangkat ke Jakarta malam ini menggunakan bus. "Katanya berhenti di Cakung," ucapnya. Kirno memutuskan berangkat ke Jakarta bersama becaknya setelah mendapat tawaran dari temannya yang masih menjadi tukang becak di Jakarta. "Teman saya bilang sekarang gubernur baru, jadi becak dibolehkan di Jakarta," katanya.

Keinginannya memperbaiki nasib semakin kuat. Lantaran, penghasilannya dari mengayuh becak di tempat asalnya tidak lagi menjanjikan. “Sekarang dapat Rp 10 ribu saja susah,” ungkap Kirno.

Pendapatan sebagai tukang becak di tempat asalnya menurun drastis sejak maraknya ojek online. Dulu, sebelum ada ojek online, dia menuturkan, bisa membawa pulang Rp 20 ribu ke rumah setelah dipotong untuk setoran ke majikannya. Sekarang, katanya, hanya bisa membawa pulang uang Rp 7 ribu setelah dipotong makan di luar. Untuk menyiasati kondisi itu, dia pun membawa bekal makanan dari rumah. "Sudah beberapa minggu bawa bekal dari rumah, biar hemat," ujarnya.

Kondisi sulit mencari pendapatan membuat Samijan, tukang becak, tertarik saat ditawari menjadi tukang becak di Jakarta oleh temannya. "Bukan kami saja, tukang becak lain di Kabupaten Cirebon juga ada yang ikut," katanya. Samijan akan berangkat ke Jakarta bersama dengan Kirno malam ini. Tak hanya berdua, para tukang becak asal Kota Cirebon itu berkumpul di daerah sekitar Pasar Pasalaran, Kabupaten Cirebon. "Kami semua berangkat nanti malam," kata Samijan.

Samijan dan Kirno mengaku berangkat dengan biaya sendiri, tidak ada dana dari pengepul atau sponsor. Namun, saat ditanya alasan mereka menyewa kendaraan untuk mengangkut becak, mereka menolak menjelaskan detail.

Gubernur Anies Baswedan berencana membuka rute khusus becak di Jakarta. Alasannya alat transportasi roda tiga itu dapat dijadikan transportasi lingkungan. "Kami akan segerakan," kata Anies Baswedan dalam peresmian Community Action Planning (CAP) di Waduk Pluit Jakarta Utara, pada Minggu siang, 14 Januari 2018, hasil kerjasama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK). Namun, rencana Anies untuk melegalkan becak tersebut masih banyak mendapatkan kritik.

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor: TEMPO
Berita Terkait