Pernah Bandel, Ustadz Arifin Ilham Muda Berubah Karena Hal Ini

Binsar Hutapea | 23 Mei 2019 | 13:45 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Ustadz Muhammad Arifin Ilham lahir di Banjarmasin, 8 Juni 1969, dari  pasangan H Ilham Marzuki - Hj Nurhayati  yang taat beribadah. Arifin Ilham kecil tumbuh menjadi cowok yang  punya hobi berkelahi. Itu sebabnya menginjak kelas 3 SD Muhammadiyah, Arifin Ilham kecil dipindahkan ke SD Rajawali. Belakangan diketahui kebiasaan berkelahi itu didasari rasa solidaritas terhadap teman.  Arifin Ilham tak suka temannya yang masih kecil dihajar temannya yang badannya lebih besar. 

Selain kebiasaan baik, kecenderungan buruk Arifin Ilham juga tumbuh. Di samping berkelahi, Arifin Ilham juga punya hobi berjudi. Taruhannya macam-macam. Ibunya jelas gelisah melihat pertumbuhan Arifin Ilham. Ayahnya yang bekerja sebagai staf Bank BNI 46, tak punya banyak waktu untuk memantau perkembangan Arifin Ilham. Pendidikan lebih banyak diserahkan kepada ibu dan neneknya. Ibu dan neneknya cukup keras  mendidik. Tak jarang, Arifin Ilham dicubit jika tak mau menuruti.

Melihat Arifin Ilham nyaris tak terkendali, ayahnya memutuskan mendatangkan guru ngaji. Hasilnya, guru ngaji itu malah jadi obyek kenakalan Arifin Ilham. Macam-macam ulah Arifin Ilham. Dari sekadar menggembosi ban sepeda motornya, sampai menyembunyikan sandalnya. Kelas 6 SD, Arifin Ilham yang kesal pada orang tuanya yang tak membelikan  sepeda motor trail, melampiaskan dengan sengaja merokok di depan banyak orang di mana saat itu juga ada ayahnya. 

Pemandangan itu jelas membuat ayahnya marah. Langsung saja Arifin Ilham ditampar. Sakit hati, Arifin Ilham kabur ke rumah sahabatnya.  “Saya dari kecil tidak  suka orang merokok. Tapi pada saat saya kecil, sengaja merokok untuk mencari perhatian Abah, (panggilan Arifin kepada ayahnya-red),” ungkap Arifin Ilham pada 2008 lalu. Empat hari Arifin Ilham tinggal di  rumah sahabatnya. Keesokan harinya  ibunya menyusul setelah ayah  Arifin Ilham sakit karena memikirkan ulahnya. Melihat ayahnya sakit, Arifin Ilham tak kuasa  menahan rasa haru. Tumpahlah air mata, dan langsung memeluk ayahnya. 

Peristiwa ini belum mengubah Arifin. Ilham Kebiasaan  buruk berjudi masih dilakoni. Bahkan ketika orang tuanya pergi haji pada 1982, di rumah Arifin Ilham asyik main judi. Tapi setelah ada yang menasihati, Arifin Ilham berubah 180 derajat mendadak  menjelma  menjadi pria penurut. Tak membantah perkataan orang tua. Orang tuanya sempat kaget begitu pulang naik haji mendapati anaknya telah berubah drastis.  Setelah mendapatkan pencerahan, Arifin Ilham makin mantap melanjutkan sekolah agama. Arifin Ilham ingin nyantri di Jawa. Keinginan itu  didukung ayahnya. Masuklah Arifin Ilham ke Pesantren Darunnajah di Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, setelah sempat setahun mondok di pesantren milik kakeknya, di Banjarmasin. Lulus SMP Arifin Ilham masuk SMU (Aliyah-red) kemudian melanjutkan di Universitas Nasional Jakarta, jurusan hubungan internasional. Dengan bekal ijazah sarjana, Arifin Ilham menjadi dosen di Universitas Borobudur. Di luar jam mengajar, di rumah mulai sering berceramah dan mengajak warga berzikir. Dari sinilah kiprahnya sebagai ustadz dimulai. 
 

(bin/bin)

Penulis : Binsar Hutapea
Editor : Binsar Hutapea