Mengenal Jenis- Jenis Investasi dan Manfaatnya

Romauli | 2 Februari 2020 | 10:53 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Tak dipungkiri, tujuan utama melakukan investasi adalah mendapatkan keuntungan, baik dalam jangka waktu panjang atau pendek. Jenis yang bisa dilakukan juga banyak, mulai dari saham, forex, reksadana, tabungan, deposito, obligasi, dan lain sebagainya.

Dengan banyaknya metode investasi, ada tiga yang paling banyak dipilih. Mereka adalah saham, reksadana, dan juga forex. Lalu pertanyaanya, mana investasi yang lebih menguntungkan di antara ketiganya?

Pertama ada saham yang merupakan sebuah bukti kepemilikan perusahaan. Salah satu tempat populer perdagangan saham di Tanah Air adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan membeli saham dari perusahaan, maka sudah memiliki andil sesuai dengan dana yang dikeluarkan.

Selanjutnya, saham bisa diperjual belikan di perusahaan likuiditas dan nantinya akan mendapatkan hasilnya, tergantung waktu yang dipilih. Tentu saja perlu melakukan riset yang mendalam mengenai perusahaan yang akan ditanami investasi di dalamnya.

Kedua adalah reksadana merupakan sarana pengelolaan dana secara kolektif dari para investor. Cocok sekali bagi investor pemula karena akan ada Manajer Investasi yang mengaturnya. Ragamnya juga banyak, ada surat utang negara, reksadana campuran, sampai dengan reksadana terproteksi.

Terakhir ada forex yang semakin diminati seiring berjalannya waktu. Investasi ini menawarkan laba dalam jumlah yang begitu besar, tidak mengherankan banyak orang tergiur dan mulai mempelajari mitos forex trading, update informasi pasar hingga bahasan mendalam soal Non Farm Payroll (NFP)

Guna mengetahui mana yang paling menguntungkan, tentunya perlu memahami keuntungan dan kerugian dari masing-masing investasi. Saham sangat lekat dan begitu familiar dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ada beberapa keuntungan yang akan didapatkan saat melakukannya. Mulai dari memiliki hak untuk turut serta dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), diakui sebagai salah satu pemilik saham, memiliki hak dividen, serta mendapatkan keuntungan yang meningkat jika perusahaan mengalami  banyak keuntungan.

Di sisi lain, ada juga beberapa kekurangan dari investasi saham yang perlu dijadikan bahan pertimbangan. Risiko yang pertama adalah tidak mendapatkan untung jika perusahaan merugi, harga saham yang anjlok, serta bayang-bayang ketakutan perusahaan bangkrut sehingga hanya mendapatkan pembagian hasil likuidasi terakhir.

Kemudian untuk reksadana, cukup memudahkan karena adanya Manajer Investasi yang biasanya terdiri atas orang-orang ahli dalam bidang keuangan dan akuntansi. Selain itu reksadana bisa dimulai dengan harga yang murah meriah, mulai dari Rp100.000. Kerugiannya, tidak menutup kemungkinan jika Manajer Investasi melakukan kinerja yang tidak bagus. Selain itu biasanya akan membayar  fee jual dan beli.

Investasi forex cocok bagi mereka yang selama ini menjalani konsep high risk: high return. Keuntungan yang bisa didapatkan adalah laba yang didapatkan bisa tidak terbatas jumlahnya. Selain itu, dana yang terdapat dalam forex sifatnya adalah liquid, bisa dicairkan kapan saja.

Sementara untuk kerugiannya sendiri, dengan laba yang besar, risikonya juga tidak kalah menakutkan. Jika untung akan berkali-kali lipat, dan jika rugi juga sebaliknya. Harga mata uang bisa naik turun dengan cepat, bisa melambung tinggi atau bahkan merosot tajam. Selain itu waspadai juga dengan broker nakal yang bisa menipu kapan saja.

Lalu mana yang lebih menguntungkan? Dilansir dari analisaforex.com, investasi forex lebih disarankan bagi mereka yang ingin mendapatkan laba dalam jumlah yang sangat besar dengan modal kecil. Namun seperti yang dijelaskan sebelumnya, risiko juga tidak kalah besarnya. Jadi sebelum melakukan investasi apapun ada baiknya untuk mempelajarinya terlebih dahulu, dengan browsing sampai dengan konsultasi dengan tenaga ahli.

Penulis : Romauli
Editor : Romauli