Titik Terendah Ayana Moon Sebagai Mualaf, Menangis Tiap Hari karena Tak Punya Uang

Supriyanto | 7 September 2020 | 13:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Ayana Moon mengungkap kisah hidupnya yang sempat menyerah dan ingin meninggalkan Islam saat awal-awal menjadi mualaf. Model dan selebgram cantik asal Korea Selatan itu menceritakan pengalaman titik terendahnya sebagai muslim dalam video YouTube bersama Dewi Sandra.

Ayana Moon mengaku, awal memeluk islam mendapat hinaan, hujatan hingga tidak punya uang untuk hidup. Pasalnya, Ayana tidak mendapat dukungan dari keluarga maupun teman.

Di titik itu, Ayana Moon mengaku ingin menyerah dan kembali ke Korea Selatan. Namun ia masih memiliki keyakinan dan berdoa agar bisa melanjutkan niatnya.

"Saya berdoa, 'ya Allah tolong berikan kesempatan untuk saya menguatkan iman'. Dan akhirnya sampai saat ini semuanya berjalan lancar. Tapi itu juga bukan karena doa, saya juga telah melakukan yang terbaik yang saya bisa," ungkap Ayana Moon di channel YouTube Cinta Quran TV.

Ayana meninggalkan Korea Selatan dan pergi ke Malaysia. Saat berada di Malaysia, Ayana Moon sempat alami kebingungan karena tidak memiliki uang. Ia pun hanya bisa menangis setiap hari.

"Itu karena saya masih muda. Saya tidak berpikir panjang. Saya datang ke Malaysia seorang diri, tidak punya uang, tidak punya teman, tidak ada yang menjagaku. Saya menangis setiap hari," terang Ayana Moon

Di saat itu, wanita kelahiran Korea Selatan, 28 Desember 1995 itu merasakan hidup sebagai mualaf di Malaysia sangat tidak mudah. Demi menghemat pengeluaran, Ayana Moon tinggal di sebuah penginapan kecil.

"Tadinya saya berpikir semuanya akan mudah karena saya adalah orang Korea yang muslim. Tapi mereka menganggap kalau orang Korea yang muslim lalu kenapa?" ucap Ayana.

Padahal, tujuan Ayana ke Malaysia untuk menemukan seseorang yang tepat dalam mendalami ajaran Islam.

"Saya bukan inginkan uang. Saya ingin belajar tentang Islam karena di Korea saya tidak bisa belajar tentang Islam. Itu kenapa saya datang ke sini," pungkas Ayana Moon.

(pri)

Penulis : Supriyanto
Editor: Supriyanto
Berita Terkait